<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
					xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
					xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
					xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
					xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
					xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
				  >
<channel>
<title><![CDATA[Bola.net]]></title>
<link>https://www.bola.net/</link>
<description><![CDATA[Berita dan Foto Sepak Bola Terbaru, Jadwal dan Hasil Pertandingan, Profil dan Galeri Foto Pemain]]></description>
<language>en-US</language>
<lastBuildDate>Mon, 18 May 2026 19:25:07 +0700</lastBuildDate>
<image><title><![CDATA[Bola.net]]></title>
<url>https://cdns.klimg.com/bola.net/library/custom/bolanet-logo-default-custom-v2.png</url>
<link>https://www.bola.net/</link>
</image>
<item>
<title><![CDATA[Ongkos Mahal, Ogah Berangkat]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/ongkos-mahal-ogah-berangkat.html</link>
<description><![CDATA[Setelah mendapatkan medali emas di cabang sepak bola Olimpiade 1928, Uruguay pun ditunjuk FIFA menjadi sebagai tuan rumah Piala Dunia 1930. Penunjukan itu resmi dilakukan di Barcelona pada tanggal 18 Mei 1929.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>554</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Setelah mendapatkan medali emas di cabang sepak bola Olimpiade 1928, Uruguay pun ditunjuk FIFA menjadi sebagai tuan rumah Piala Dunia 1930. Penunjukan itu resmi dilakukan di Barcelona pada tanggal 18 Mei 1929. Karena itu masih piala dunia yang pertama kalinya dan belum adanya sistem kualifikasi, maka anggota FIFA yang saat itu jumlahnya belum begitu banyak , semuanya diundang untuk ikut.Tapi ternyata selain tuan rumah, hanya negara-negara dari Benua Amerika, yaitu Argentina, Brazil, Peru, Paraguay, Chile, Bolivia dan Amerika Serikat saja yang menyatakan bersedia datang. Sementara negara-negara Eropa ternyata tidak bersedia datang. Alasannya biaya berlayar  ke Uruguay yang terletak di seberang Samudera Atlantik sangatlah mahal.Karena itu Federasi Sepak bola Uruguay mencoba usaha lain yaitu dengan mengundang anggota Football Association (FA) Britania Raya, yang saat ini belum masuk anggota FIFA. Namun, sama saja FA pun menolak undangan itu. Sampai dua bulan menjelang piala dunia dimulai, belum ada satu pun tim dari Eropa yang menyatakan kesanggupannya untuk datang.Ketua FIFA akhirnya turun tangan untuk melobi negara-negara Eropa. Tuan rumah yang tak ingin mencoreng 100 tahun kemerdekaannya itu bahkan menjanjikan akan menanggung semua ongkos dan transportasi dari tim Eropa. Tiga minggu menjelang turnamen itu dimulai, akhirnya ada 4 tim Eropa yang bersedia datang yaitu Rumania, Prancis, Yugoslavia dan Belgia. Akhirnya, Piala Dunia 1930 berlangsung dengan 13 peserta dari dua benua. Kesuksesan menjadi tuan rumah pun dilengkapi Uruguay dengan menjadi juara piala dunia pertama. Namun Uruguay pun menyimpan dendam dengan keengganan tim-tim Eropa untuk ikut datang. Akibatnya Uruguay ogah mengikuti Piala Dunia 1934 di Italia dan Piala Dunia 1938 di Prancis.Penolakan Uruguay datang di Italia membuatnya menjadi satu-satunya juara bertahan yang tidak mengikuti piala dunia berikutnya. [b](bola/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kiper Penyelamat Hidup Tim Lawan]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/kiper-penyelamat-hidup-tim-lawan.html</link>
<description><![CDATA[Saat final Piana Dunia 1938 di Prancis, Italia berhasil menjadi tim pertama yang mampu menjuarai piala dunia dua kali berturut-turut. Empat gol Italia hanya bisa dibalas dua kali oleh Hungaria yang menjadi lawan mereka di pertandingan pamungkas itu.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>553</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Saat final Piana Dunia 1938 di Prancis, Italia berhasil menjadi tim pertama yang mampu menjuarai piala dunia dua kali berturut-turut. Empat gol Italia hanya bisa dibalas dua kali oleh Hungaria yang menjadi lawan mereka di pertandingan pamungkas itu. Tapi kiper Hungaria, Antal Szabo, justru bangga gawangnya kemasukan 4 gol. Szabo berkata, Saya mungkin membiarkan gawangku kebobolan empat kali, tapi sesungguhnya saya telah menyelamatkan seluruh anggota timnas Italia.Ternyata kebanggaan aneh dari Szabo ini berhubungan erat dengan pesan telegram dari diktator Italia, Benitto Musollini, untuk tim negaranya sebelum pertandingan final digelar. Pesan itu berbunyi Vincere o Morire!, yang artinya Menang atau mati!. Pesan ini ternyata diberitakan di pers dan tim Hungaria termasuk Szabo pun mengetahuinya. Szabo berpikir seluruh anggota timnas Italia akan dihukum mati oleh sang diktator jika tidak menjadi juara dunia. Szabo pun merasa harus menyelamatkan nyawa 11 pemain Italia dari pada gawangnya sendiri. Tetapi semua pengertiannya itu salah. <i>Vincere o Morire!</i> memang artinya Menang atau mati!. Tapi itu hanya sekedar slogan yang arti sebenarnya adalah Kerahkan segala kemampuanmu!Wah kalau gini, seorang kiper harus lebih baik lagi memahami bahasa tim lawannya. [b](bola/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Juara Bertahan Terburuk]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/juara-bertahan-terburuk.html</link>
<description><![CDATA[Dalam sejarah piala dunia, kebanyakan juara bertahan tampil buruk di piala dunia berikutnya. Di antara juara bertahan itu yang bernasib paling buruk adalah Prancis di Piala Dunia Korea-Jepang 2002.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>552</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Dalam sejarah piala dunia, kebanyakan juara bertahan tampil buruk di piala dunia berikutnya. Di antara juara bertahan itu yang bernasib paling buruk adalah Prancis di Piala Dunia Korea-Jepang 2002.Prancis datang sebagai juara bertahan karena menjadi juara Piala Dunia 1998. Tidak itu saja sebelumnya mereka juga berhasil merebut semua gelar setelah menjadi juara Piala Eropa 2000 dan Piala Konfederasi 2001. Apalagi tim asuhan Roger Lemerre itu diperkuat oleh nama-nama besar seperti Zinedine Zidane (Real Madrid), Youri Djorkaeff (Bolton Wanderers), <b>Patrick Vieira</b> (Arsenal), <b>Thierry Henry</b> (Arsenal), dan Fabien Barthez (Manchester United). Prancis yang berada di grup A diprediksi dengan mudah akan melaju ke putaran kedua.Tak disangka, awal buruk sudah menunggu Prancis. Mereka harus kalah 0-1 lawan Senegal, tim debutan Afrika yang 20 dari 22 pemainnya bermain di Prancis. Usaha bangkit mereka di pertandingan kedua lawan Uruguay pun gagal, setelah Les Bleus harus bermain imbang tanpa gol. Satu poin dari dua pertandingan jelas sangat berbahaya bagi sang juara bertahan, Prancis masih sangat berharap bisa lolos dengan memenangkan pertandingan terakhir lawan Denmark. Tapi malang, jangankan kemenangan Thierry Henry dkk. Malah ditekuk Denmark dengan dua gol tanpa balas. Prancis pun terdampar di dasar klasemen Grup A Piala Dunia 2002 dengan hanya mendapatkan nilai satu. Lebih buruk lagi, tim ini bahkan tak mencetak gol sebijipun dan akhirnya pulang kembali dengan kepala tertunduk pada tanggal 11 Juni 2002 malam. Tak lolos dari putaran pertama, berada di dasar klasemen grup dengan nilai satu dan tak mampu mencetak satu gol pun, sejauh ini Prancis menjadi juara bertahan Piala Dunia dengan nasib terburuk yang pernah ada. [b](bola/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia Paling Bobrok, Membosankan dan Beringas]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-paling-bobrok-membosankan-dan-beringas.html</link>
<description><![CDATA[Piala Dunia 1990 dianggap sebagai piala dunia yang "mungkin paling bobrok, paling membosankan, dan paling beringas."]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>546</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Piala Dunia 1990 dianggap sebagai piala dunia yang "mungkin paling bobrok, paling membosankan, dan paling beringas."Hampir semua publik sepakat, Piala Dunia 1990 adalah piala dunia yang paling tidak enak ditonton. Di piala dunia itu sangat identik dengan taktik bertahan, minim gol dan terjadi banyak pelanggaran keras. Ketika Italia yang diasuh pelatih Enzo Bearzot memenangi Piala Dunia 1982 Spanyol dengan memakai taktik <i>Catenacio</i> (gerendel), yang menitikberatkan kokohnya pertahanan dan mendobrak lawan lewat serangan balik, itu adalah sebuah seni. Namun jika sebagian besar tim di Piala Dunia 1990 bermain sangat bertahan hanya untuk tidak kalah, itu adalah sebuah kebobrokan. Parahnya lagi, justru tim-tim semacam itulah yang bisa bertahan lebih lama di turnamen. Tim-tim yang menyerang justru terdepak lebih cepat. Contohnya di sini adalah Republik Irlandia. Mereka berhasil melaju sampai perempat final tanpa sekali pun menang. Tim asuhan Jack Charlton ini hanya mencetak dua gol dari empat pertandingan mereka. Hal ini sangat ironis mengingat tim-tim lain yang lebih banyak memenangi pertandingan dan mencetak gol malah tidak bisa lolos dari babak penyisihan grup, seperti Skotlandia dan Austria yang berhasil mencetak tiga gol dan satu kemenangan. Yang lebih parah lagi adalah Argentina. Juara bertahan ini masih dilatih dan diperkuat oleh sebagian besar orang yang sama dengan empat tahun sebelumnya saat menjadi juara di Meksiko. Diego Maradona pun masih menjadi kapten tim. Namun, alih-alih tampil cantik, tim Tango justru lebih banyak selamat karena hasil imbang yan diperolehnya. Selain kemenangan tipis 1-0 atas Brazil di babak 16 besar, secara keseluruhan mereka mencapai final dengan statistik yang menyedihkan. Dari 7 kali bertanding, mereka meraih 2 kali kemenangan, 3 kali seri, dan 2 kali kalah, Mereka hanya mencetak 5 gol dan kemasukan 4 gol. Bandingkan dengan 15 gol yang mereka cetak empat tahun sebelumnya. Karena itu, tak heran mereka dikalahkan di final oleh Jerman Barat, tim yang mampu mencetak 15 gol sepanjang turnamen.Begitu banyaknya tim yang memilih taktik bertahan membuat piala dunia ini sepi gol. Piala Dunia 1990 adalah piala dunia dengan rata-rata jumlah gol terendah sepanjang sejarah. Hanya ada 115 gol dari 52 pertandingan, rata-rata golnya tiap pertandingan hanya 2,21. Dengan jumlah keseluruhan  menit pertandingan mencapai 4920 menit (termasuk perpanjangan waktu), berarti butuh 42,7 menit untuk ada satu gol. Pasti begitu bosan menunggunya.Taktik defensif ini juga membuat waktu yang dibutuhkan untuk menentukan hasil pertandingan juga makin lama, terutama di babak knock-out. Delapan pertandingan dari 16 pertandingan yang ada di babak 16 besar hingga final, butuh perpanjangan waktu untuk menentukan pemenangnya. Empat di antaranya bahkan berakhir dengan adu penalti. Ini adalah jumlah dan waktu terlama dari babak perpanjangan waktu dalam sejarah Piala Dunia. Jelas penonton harus lebih lama untuk mengetahui hasil akhir pertandingan. Piala Dunia 1990 juga dikenang sebagai piala dunia yang beringas. Perang ludah Frank Rijkaard dan Rudi Voller di pertandingan 16 besar antara Belanda versus Jerman Barat menjadi puncaknya. Dengan 16 kartu merah di sepanjang turnamen, Piala Dunia 1990 saat itu mencatatkan rekor terburuk dalam kedisiplinan pemain. Argentina juga menjadi tim pertama dan satu-satunya yang menyelesaikan pertandingan final dengan sembilan orang pemain. Dua pemainnya, Pedro Monzon dan Gustavo Dezotti, dapat kartu merah dari wasit. Monzon sendiri menjadi pemain pertama dalam sejarah yang terkena kartu merah di final Piala Dunia. [b](bola/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Malangnya Israel]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/malangnya-israel.html</link>
<description><![CDATA[Israel punya catatan malang dalam sejarah Piala Dunia. Jika nenek moyang bangsa ini, sering terusir dari satu negeri ke negeri lainnya, tim sepak bolanya harus pindah dari satu konfederasi ke konfederasi lainnya.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>543</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Israel punya catatan malang dalam sejarah Piala Dunia. Jika nenek moyang bangsa ini, sering terusir dari satu negeri ke negeri lainnya, tim sepak bolanya harus pindah dari satu konfederasi ke konfederasi lainnya.Israel mengawali dengan memakai nama Palestina (<i>British Mandate of Palestine</i>). Masuk ke FIFA tahun 1929, Palestina yang Israel mulai mengikuti babak kualifikasi Piala Dunia, di tahun 1934 dan 1938. Keduanya berakhir dengan kegagalan.Saat negara Israel berdiri tahun 1948, tim sepak bolanya berganti nama jadi Israel. Sebagai peresmiannya, timnas Israel beruji coba dengan Amerika Serikat. Israel kalah 1-3.Setelah absen di dua Piala Dunia, Israel mencoba keberuntungannya kembali. Tim berlambang bola Bintang David ini mengikuti babak kualifikasi Piala Dunia 1958 di Zona Asia/Afrika. Sayangnya dari sinilah, nasib terlunta-luntanya dimulai.Masuk Grup 2 kualifikasi Zona Asia/Afrika, Israel harus melawan Turki. Tapi belum bertanding, Turki langsung menyatakan mundur. Tanpa harus bertanding, Israel maju ke putaran kedua kualifikasi. Di putaran kedua, Israel semestinya akan melawan tiga negara, yaitu Indonesia, Mesir, dan Sudan. Tapi, tak ada satu pun pertandingan yang dilangsungkan. Indonesia, yang sebelumnya maju ke putaran kedua setelah bersusah-payah mengalahkan China (RRC) dalam tiga pertandingan, memilih mundur karena menolak bertanding di Israel. Mesir dan Sudan rupanya juga berpendapat sama.Israel pun tidak bertanding sama sekali. Mengingat semua lawannya mundur, Israel bisa langsung melaju ke Swedia. Sayangnya, FIFA punya peraturan kalau tim yang sama sekali tidak bertanding di babak kualifikasi tidak boleh begitu saja berlaga di putaran final Piala Dunia. FIFA mulai mencarikan lawan tanding untuk Israel yang malang itu. Pilihan jatuh pada Belgia, tim Eropa dengan nilai terbaik yang gagal lolos. Namun, Belgia menolak lawan Israel tanpa alasan jelas. Lawannya pun diganti ke Wales, dan negara ini pun bersedia. Kedua tim pun bertanding secara tandang dan kandang. Israel kalah oleh Wales baik di kandang maupun tandang, masing-masing dengan skor 2-0. Karena itu Wales-lah yang melaju ke putaran final Piala Dunia 1958.Merasa tidak diterima oleh tetangganya di Asia, Israel meninggalkan Zona Asia dan memilih bergabung dengan Konfederasi Sepak bola Oceania (OFC) yang mewadahi Australia dan negara-negara di Samudera Pasifik. Ternyata meski harus menempuh perjalanan sejauh separuh ukuran bumi, pilihan ini ternyata membawa berkah tersendiri. Di zona inilah mereka bisa merasakan bagaimana rasanya berlaga di putaran final Piala Dunia 1970. Mereka berhasil melewati hadangan Selandia Baru dan Australia untuk bisa lolos ke Meksiko. Di Meksiko, kiprah Israel tak buruk-buruk amat karena mereka sempat menahan Swedia dan Italia di fase grup. Dengan jalur Oceania, mereka hampir bisa kembali lolos ke Piala Dunia 1990, sebelum kalah di babak play-off oleh wakil Amerika Latin, Kolombia.Memasuki dekade '90-an, Israel akhirnya memantapkan diri untuk bergabung dengan Konfederasi Sepak bola Eropa (UEFA). Israel mulai kompetisi di zona ini sejak tahun 1992 untuk berebut tempat di Piala Dunia 1994.Di bawah naungan UEFA, Israel tampaknya sudah tidak ingin berpindah lagi. Namun pilihan ini mengakibatkan Israel harus lebih sabar agar bisa lolos ke piala dunia, karena harus melawan banyaknya tim-tim kuat di Eropa. [b](bola/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ini Perang Sungguhan!]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/ini-perang-sungguhan.html</link>
<description><![CDATA[Perang Sepak Bola (football war) benar-benar pernah terjadi saat kualifikasi Piala Dunia 1970 Zona Amerika Tengah-Utara dan Karibia (CONCACAF) antara Honduras versus El Salvador. Saat itu bukan hanya pertandingan panas yang terjadi tetapi ternyata berlanjut dengan perang.  Perang sungguhan yang melibatkan kedua negara yang mengerahkan 40 ribu tentara dan menyebabkan tewasnya 200 jiwa dan pengungsian dari 100 ribu penduduk sipil.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>538</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Perang Sepak Bola (football war) benar-benar pernah terjadi saat kualifikasi Piala Dunia 1970 Zona Amerika Tengah-Utara dan Karibia (CONCACAF) antara Honduras versus El Salvador. Saat itu bukan hanya pertandingan panas yang terjadi tetapi ternyata berlanjut dengan perang.  Perang sungguhan yang melibatkan kedua negara yang mengerahkan 40 ribu tentara dan menyebabkan tewasnya 200 jiwa dan pengungsian dari 100 ribu penduduk sipil.Honduras dan El Salvador memang memiliki sejarah hubungan tidak rukun. Kedua negara Amerika Tengah ini punya kondisi geografi dan demografi yang amat berlawanan. Dengan luas negara yang hanya seperlima dari Honduras, El Salvador justru dihuni oleh penduduk yang jumlahnya dua kali lipat dibanding Honduras. Persoalan yang melanda El Salvador, memaksa penduduknya pindah ke negeri tetangga yang lebih longgar dan makmur. Hingga tahun 1969, ada 350 ribu imigran El Salvador di Honduras. Jumlah itu sama dengan 20% dari total jumlah penduduk Honduras.Besarnya jumlah imigran El Salvador di Honduras kemudian menimbulkan dampak politik, ekonomi, dan sosial yang serius bagi warga asli dan pemerintah Honduras. Tanah dari para pemilik tanah dan perkebunan terancam diserobot oleh para imigran ini. Karena itu mereka mendesak pemerintah Honduras untuk menindak para imigran yang tak dikehendaki itu. Akibatnya imigran El Salvador menghadapi banyak tekanan dari pemerintah ditambah dengan tindakan kekerasan dari penduduk asli Honduras di seantero negeri. Pemerintah Honduras kemudian memberlakukan undang-undang pertanahan baru yang intinya memaksa imigran El Salvador harus pulang kembali ke kampung halamannya. Nasib tragis imigran El Salvador inilah yang menyulut kemarahan dari saudara-saudara mereka di tanah air.Kondisi itu makin panas saat kedua negara itu bertemu di babak penyisihan Piala Dunia 1970 pada bulan Juni 1969. Lolos dari fase pertama babak penyisihan, Honduras dan El Salvador berhadapan di putaran kedua yang memakai sistem knock-out yang digelar secara tandang dan kandang. Pemenangnya akan berhadapan dengan Haiti di babak play-off guna memperebutkan sisa jatah satu tempat untuk CONCACAF.Pertandingan pertama dilangsungkan pada 8 Juni 1969 di Tegucigalpa, ibukota Honduras. Honduras menang dengan skor tipis, 1-0.Tapi pertandingan masih hanya panas di lapangan. Tapi di pertandingan kedua yang berlangsung di ibukota El Salvador, San Salvador, seminggu kemudian. Kemenangan besar 3-0 tuan rumah El Salvador, diperkeruh oleh koran-koran lokal Honduras dengan mengatakan terjadi pemukulan, pembakaran mobil, bahkan pemerkosaan dan pembunuhan, yang dilakukan pendukung El Salvador pada warga negara Honduras yang tinggal di El Salvador. Kabar menyesatkan ini tentu memicu kemarahan Honduras, yang membuat warga Honduras dan aparat keamanan melampiaskannya ke imigran El Salvador di Honduras.Karena El Salvador dan Honduras sama-sama saling mengalahkan dan belum ada peraturan selisih gol, kedua tim harus melakoni pertandingan penentuan di tempat netral, yaitu Mexico City, tanggal 27 Juni 1969. Pada pertandingan ketiga ini El Salvador berhasil mengalahkan Honduras dengan skor 3-2 setelah melewati babak perpanjangan waktu. Dengan demikian El Salvador-lah yang berhak lolos menghadapi Haiti yang melaju setelah menyingkirkan AS. El Salvador akhirnya melaju ke putaran final Piala Dunia 1970, setelah menyingkirkan Haiti lewat tiga pertandingan pula.Setelah itu itu, suasana antara Honduras dan El Salvador makin tak terkendali. Sehari sebelum  pertandingan penentuan di Mexico City, tepatnya 26 Juni 1969, pemerintah El Salvador memutuskan segala jenis hubungan dengan Honduras. Setelah serangkaian kekerasan di antara dua negara bertetangga tersebut, kurang dari tiga minggu kemudian yaitu pada pagi 14 Juli 1969, meletuslah perang. Perang itu sebagai perang sepak bola (Football War) karena dianggap berkaitan erat dengan pertandingan penyisihan Piala Dunia 1970. Perang sepak bola itu berlangsung selama lima hari. [b](bola/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pisau Cukur Untuk Lolos Piala Dunia]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/pisau-cukur-untuk-lolos-piala-dunia.html</link>
<description><![CDATA[Robert Rojas, nampaknya ingin meniru kisah tentang para atlet yang bersedia mengorbankan tubuh dan jiwanya demi negaranya. Tapi sayangnya kiper timnas Chile pada babak kualifikasi Piala Dunia 1990 Zona Amerika Latin itu melakukannya dengan cara yang salah yang membuatnya malah dianggap sebagai pemain paling konyol.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>535</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Roberto Rojas, nampaknya ingin meniru kisah tentang para atlet yang bersedia mengorbankan tubuh dan jiwanya demi negaranya. Tapi sayangnya kiper timnas Chile pada babak kualifikasi Piala Dunia 1990 Zona Amerika Latin itu melakukannya dengan cara yang salah yang membuatnya malah dianggap sebagai pemain paling konyol.Roberto Rojas sebenarnya adalah salah satu talenta terbesar yang dimiliki Chile. Dia bersinar begitu terang ketika berkarir bersama klub paling sukses di Chile, Colo-colo. Di penghujung dekade '80-an merupakan masa keemasan dari <i>Condor</i>, julukan dari Rojas. Namun sayangnya karir cemerlangnya itu harus tamat dengan cara yang amat memalukan.Pada tanggal 3 September 1989, Chile melakoni pertandingan penentu untuk bisa lolos ke Piala Dunia 1990 Italia. <I>La Roja</i> harus menang agar bisa memastikan satu tempat di Italia. Tapi lawan yang menghadang mereka adalah Brasil. Beratnya lagi Chile harus main di kandang Brasil yang cukup keramat, Stadion Maracana.Kebanyakan tim tamu amat kesulitan menaklukkan Brasil di kandangnya. Terbukti hingga tiga perempat pertandingan berlalu, Chile masih tertinggal 0-1 dan terancam tidak bisa lolos ke Italia.Kemudian pada menit ke 70, sebuah kembang api terlempar ke arah gawang Rojas dari tempat para fans Brasil. Tiba-tiba Robertoo Rojas tampak terkapar di depan gawangnya. Kiper itupun dipapah keluar lapangan untuk mendapatkan perawatan. Wajah Rojas terlihat bermandikan darah. Tim Chile pun beramai-ramai mengklaim kalau pertandingan tidak aman dan harus dihentikan. Klaim ini dikabulkan dan pertandingan pun tidak dilanjutkan.Tapi setelah penyelidikan dilakukan, termasuk melihat rekaman pertandingan, ditemukanlah fakta yang mengejutkan. Kembang api pendukung Brasil tersebut sama sekali tidak sampai ke tubuh Rojas, apalagi sampai melukai wajahnya. Tapi apa apa yang menyebabkan wajahnya bersimbah darah? Ternyata Rojas menyembunyikan silet di balik sarung tangannya. Persis saat kembang api terlempar, pisau cukur langsung disayatkan ke wajahnya sendiri. Harapannya tentu bisa lolos ke Italia dengan kemenangan WO atas Brasil, tapi setelah fakta ini terbongkar hancurlah semua impian Chile. FIFA menghadiahkan kemenangan 2-0 untuk Brasil, sementara Chile didiskualifikasi. Bukan itu saja Chile dilarang mengikuti kualifikasi Piala Dunia 1994 di Amerika. Hukuman lebih berat berlaku pada Roberto Rojas. Akibat aksi melukai dirinya sendiri itu, di diskorsing seumur hidup tak boleh aktif di sepak bola. Meski memang akhirnya hukuman ini berakhir pada tahun 2001, setelah Rojas mengajukan permohonan pengampunan pada FIFA. [b](bola/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jangan Disahkan Golnya]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/jangan-disahkan-golnya.html</link>
<description><![CDATA[Di saat sekarang, banyak pemain yang protes akibat keputusan wasit yang merugikan tim mereka. Tapi ada pemain yang melakukan sebaliknya. Dia adalah Igor Netto yang memperkuat Uni Soviet saat pertandingan penyisihan grup 1 Piala Dunia 1962 lawan Uruguay.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>529</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Di saat sekarang, banyak pemain yang protes akibat keputusan wasit yang merugikan tim mereka. Tapi ada pemain yang melakukan sebaliknya. Dia adalah Igor Netto yang memperkuat Uni Soviet saat pertandingan penyisihan grup 1 Piala Dunia 1962 lawan Uruguay.Saat bola tendangan rekannya, Igor Chislenko, masuk ke gawang Uruguay yang dijaga Roberto Sosam, wasit Jonni asal Italia menunjuk titik putih di tengah lapangan tanda gol. Pemain Uruguay pun tidak ada yang protes. Jadi sudah pasti tendangan Chislenko tersebut telah disahkan menjadi gol.Tapi tiba-tiba Igor Netto mendekati wasit. Netto mengatakan kepada wasit kalau gol itu tidak sah. Dengan mata kepala sendiri, dia melihat bola tendangan Chislenko itu masuk ke gawang Uruguay lewat jalur yang tidak sebenarnya. Dia melihat kalau bola menerobos masuk lewat samping gawang. Wasit pun menerima masukan itu dan gol pun dibatalkan. Meskipun berkurang 1 gol, Uni Soviet tetap memenangkan pertandingan itu dengan skor 2-1 dan lolos ke babak berikutnya sebagai juara grup.Jika pesepak bola terhebat Uni Soviet adalah kiper Lev Yashin, maka salah satu pesepak bola yang paling jujur di Piala Dunia adalah Igor Netto. [b](bola/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gara-Gara Pak Doo-Ik]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/gara-gara-pak-doo-ik.html</link>
<description><![CDATA[Timnas Italia mengalami kegagalan yang paling memalukan saat tidak lolos di babak grup Piala Dunia 1966 Inggris. Mereka tersingkir gara-gara dipecundangi oleh tim pupuk bawang, Korea Utara.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>528</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Timnas Italia mengalami kegagalan yang paling memalukan saat tidak lolos di babak grup Piala Dunia 1966 Inggris. Mereka tersingkir gara-gara dipecundangi oleh tim pupuk bawang, Korea Utara.Italia yang saat itu diisi oleh pemain-pemain top dari Juventus, AC Milan dan Inter Milan. Tiga klub  yang pada saat itu sedang menguasai daratan Eropa. Karena itu Italia begitu diunggulkan saat itu. Dengan pemain bintang seperti Gianni Rivera (AC Milan), Giancinto Facchetti (Inter), Sandro Mazzola (Inter), dan Giacomo ulgarelli (Bologna) diperkirakan mereka tidak akan menemui kesulitan di Grup 4.Italia seharusnya tidak kesulitan melawan Korea Utara, tim debutan yang diisi pemain-pemain semipro. Juga Chile,  yang bermain jauh dari kampung halamannya. Satu-satunya yang perlu mereka waspadai adalah Uni Soviet, Juara Piala Eropa 1964, yang tampil pemain terbaiknya, kiper Lev Yassin.Tapi semua prediksi itu salah.Setelah mengalahkan Chile 2-0 di pertandingan pertama dan kalah tipis atas Uni Soviet di pertandingan kedua, Italia mengalahkan tim gurem Korea Utara untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Sayangnya, di Korea Utara ada Pak Doo-Ik. Gelandang Korea Utara yang juga berprofesi sebagai seorang kopral Angkatan Darat berhasil melesakkan gol ke gawang Italia pada menit ke 42 yang nahasnya tak pernah bisa dibalas oleh sang juara dunia dua kali itu. Dengan gol itu pula, Korea Utara berhasil melaju ke perempat final. Sekaligus menjadikan mereka tim pertama dari Asia yang berhasil melaju sejauh itu.Timnas Italia pun dengan sangat malu pulang ke negaranya. Sebaliknya, tim Korea Utara yang meski dihentikan di perempat final oleh Portugal dengan kalah 3-5 (setelah sempat memimpin 3-0 lebih dulu), pulang dengan status pahlawan. Dan Pak Doo-Ik pun mendapat kenaikan pangkat dari kopral menjadi sersan. [b](bola/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pensiunan Yang Tetap Menawan]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/pensiunan-yang-tetap-menawan.html</link>
<description><![CDATA[Roger Milla sudah membela negaranya selama sepuluh tahun dan telah berumur 37 tahun, karena itu dia memutuskan pensiun dari tim nasional Kamerun menjelang Piala Dunia 1990. Meski karirnya masih cukup lumayan bersama bersama klub Montpellier di Liga Prancis, Milla memutuskan menyongsong masa pensiunnya dengan bermain di Reunion, sebuah negara kecil kepulauan di tengah Samudera Hindia.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>522</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Roger Milla sudah membela negaranya selama sepuluh tahun dan telah berumur 37 tahun, karena itu dia memutuskan pensiun dari tim nasional Kamerun menjelang Piala Dunia 1990. Meski karirnya masih cukup lumayan bersama bersama klub Montpellier di Liga Prancis, Milla memutuskan menyongsong masa pensiunnya dengan bermain di Reunion, sebuah negara kecil kepulauan di tengah Samudera Hindia.Tapi Presiden Kamerun, Paul Biya, membuyarkan semua rencana itu. Karena begitu cintanya sang Presiden dan rakyat Kamerun pada Roger Milla, dia memohon dengan sangat Milla untuk membatalkan pensiunnya dan bergabung kembali dengan tim Kamerun yang hendak berlaga di Piala Dunia 1990 di Italia. Maka Milla pun tak kuasa menolak permintaan khusus itu.Dan sepertinya permohonan Presiden Biya ini tidak sia-sia. Milla tidak hanya berhasil menjadi pahlawan Kamerun, tapi juga bagi Afrika dan semua pecinta sepak bola di seluruh dunia. Berkat aksinya Piala Dunia 1990 menjadi berlangsung begitu seru.Memang pada laga pembuka, di mana Kamerun secara mengejutkan bisa mengalahkan sang juara bertahan Argentina 1-0, Roger Milla hanya dimainkan selama 10 menit terakhir setelah Kamerun telah unggul atas Argentina. Turunnya Milla dianggap hanya untuk memuaskan Presiden Biya dan para pencinta Milla.Namun semua itu berubah di laga kedua lawan Romania. Milla bermain lebih lama dan hebatnya berhasil mencetak gol 15 menit setelah dimasukkan pada menit ke 58. Gol itu membuat Kamerun memimpin atas Romania. Bukan hanya itu, lima menit kemudian, dia mencetak gol kedua dan membuat Kamerun unggul 2-0 atas Romania. Pertandingan itu kemudian berakhir dengan kedudukan 2-1. Dua gol Milla itu membuat <i>Indomitable Lion</i> menjadi tim pertama di Piala Dunia Italia yang memastikan diri lolos ke putaran kedua. Namun lebih dari itu, dua golnya telah membuat dunia jatuh cinta kepadanya.Meski kalah telak 0-4 oleh Uni Soviet di pertandingan terakhir babak grup, Kamerun kembali membuat sensasi dengan menyingkirkan Kolombia di babak 16 besar dengan skor 2-1. Dan penentunya adalah Roger Milla! Dia masuk pada menit ke 49 saat skor masih 0-0, Milla sepertinya tidak segarang sebelumnya. Kedua tim pun gagal mencetak sampai menit terakhir sehingga dilakukan 2 babak perpanjangan waktu.Sampai babak kedua perpanjangan waktu dimulai, skor masih 0-0. Tapi saat itulah Milla menunjukkan kegemilangannya. Saat semua pemain tampak kelelahan, Milla ternyata mampu membawa Kamerun memimpin 1-0 dengan mencetak gol pada menit ke 106. Bahkan tiga menit kemudian, dia mencetak gol kedua dengan cara yang tak terlupakan. Saat itu Rene Higuita, kiper Kolombia yang terkenal suka maju menyerang, ikut membantu serangan dengan bergerak maju mendekati garis tengah lapangan. Milla datang mengejar dan berhasil merebut bola darinya. Lalu dengan mudah Milla menyarangkan bola yang direbutnya ke gawang lawan yang kosong melompong. 2-0 untuk Kamerun. Meski Kolombia akhirnya bisa mencetak satu gol, Kamerun tetap unggul 2-1. Roger Milla sukses membawa negaranya ke babak perempat final, yang menjadi catatan terbaik negara Afrika di Piala Dunia sebelum akhirnya disamai Senegal pada Piala Dunia 2002.Berhadapan dengan Inggris di delapan besar, Kamerun berhasil mengungguli Inggris 2-1 hingga pertandingan menyisakan delapan menit lagi dan sepertinya akan mencatatkan rekor sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia. Meski tidak mencetak gol, Milla-lah yang memimpin rekan-rekannya untuk mengungguli Inggris. Namun, akhirnya dua penalti yang dihadiahkan ke  Inggris pada menit ke 83 dan menit ke 105 (babak perpanjangan waktu), dengan kejam mengakhiri petualangan indah Milla dan Kamerun.Tapi dengan semua pencapaian itu membuat publik sepak bola begitu mengingat kiprah Milla di Piala Dunia 1990. Meski saat  itu Diego Maradona tampil tidak menggigit, Jurgen Klinsmann terlihat melebih-lebihkan aksi jatuhnya, dan gelar pemain terbaik jatuh pada Salvatore Schillaci, tapi hal yang paling diingat di Piala Dunia 1990 adalah gol dan goyangan pinggul dari Roger Milla. [b](bola/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ginola Mengumpan dan Prancis pun Tamat!]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/ginola-mengumpan-dan-prancis-pun-tamat.html</link>
<description><![CDATA[Prancis begitu berambisi lolos ke Piala Dunia 1994. Dengan lolos ke Amerika akan membuat publik lupa dengan segala kegagalan mereka sebelumnya.Empat tahun sebelumnya Prancis tak lolos ke Italia, meski sebelumnya menjadi semifinalis Piala Dunia.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>519</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Prancis begitu berambisi lolos ke Piala Dunia 1994. Dengan lolos ke Amerika akan membuat publik lupa dengan segala kegagalan mereka sebelumnya.Empat tahun sebelumnya Prancis tak lolos ke Italia, meski sebelumnya menjadi semifinalis Piala Dunia.  Prancis juga ingin membuktikan kalau Prancis belum habis, setelah era Giresse dan Platini telah berlalu. Dengan kombinasi pemain seperti Eric Cantona, David Ginola dan Jean Pierre Papin, mereka yakin bisa mengulangi kejayaan Platini. Saat kualifikasi Piala Dunia 1994, mereka hanya butuh satu poin dari dua pertandingan kualifikasi yang tersisa untuk bisa lolos ke Amerika. Dua laga itu adalah lawan Israel dan Bulgaria di kandang.Tapi secara tak terduga, Prancis malah keok oleh Israel, 2-3. Kekalahan itu sangat mengejutkan, karena selain terjadi di kandang mereka sendiri, Israel sebelumnya tidak pernah menang satu pertandingan pun dan menjadi penghuni dasar klasemen. Tapi Prancis masih punya satu harapan lagi ketika lawan Bulgaria untuk hanya mendapatkan 1 poin.Semua pemain dan pendukung Prancis sudah begitu yakin lolos ke Amerika ketika di menit-menit akhir pertandingan Prancis versus Bulgaria masih berkedudukan 1-1. Namun ternyata itu adalah awal dari bencana terbesar untuk Prancis. Tanpa sebab yang jelas, David Ginola, gelandang Prancis yang digadang-gadang akan menjadi pemain terbaik dunia, tiba-tiba menyeberangkan bola di daerah pertahanannya sendiri. Umpan ngawur itu kemudian sampai di kaki Emil Kostadinov, striker Bulgaria. Kostadinov tanpa ampun langsung langsung mengirimnya ke gawang Prancis, dan gol. Pertandingan pun berakhir dengan kedudukan 1-2 untuk Bulgaria. Itu membuat Bulgaria yang berhasil menemani Swedia lolos ke Amerika bukan Prancis.Seluruh Prancis pun menangis. Merasa gagal, pelatih Prancis saat itu, Gerard Hollier, pun mundur. Dia pun terang-terangan menuding David Ginola sebagai penyebabnya. Ginola disebutnya sebagai pembunuh sepak bola Prancis. Semua orang Prancis juga setuju dengan hal itu. Nasib Ginola pun berbalik, padahal saat itu dia sedang bersinar bersama klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain. Dia pun memutuskan pindah ke Inggris untuk memperkuat Newcastle united. Meski tetap berhasil menjadi salah satu pemain terbaik Liga Inggris dekade '90-an, Ginola yang malang tak pernah lagi bisa kembali ke timnas Prancis. [b](bola/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Main di Mana-Mana]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/main-di-mana-mana.html</link>
<description><![CDATA[Setelah lama menutup diri, tim Inggris Raya akhirnya bersedia menjadi anggota FIFA dan ikut dalam Piala Dunia 1950. Saat kualifikasi empat tim Inggris Raya yaitu Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia masuk dalam grup yang sama.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>518</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Setelah lama menutup diri, tim Inggris Raya akhirnya bersedia menjadi anggota FIFA dan ikut dalam Piala Dunia 1950. Saat kualifikasi empat tim Inggris Raya yaitu Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia masuk dalam grup yang sama. Mereka sama-sama berjuang di Grup 1 Kualifikasi Zona Eropa untuk memperebutkan dua tempat di putaran final Piala Dunia di Brazil.Yang menjadi masalah di sini, di grup kualifikasi yang lain, yaitu di grup 5, ada tim Irlandia yang lain. Adanya dua Irlandia ini adalah akibat konflik politik yang memecah Irlandia menjadi dua negara. Karena itu ada dua asosiasi sepak bola yang berbeda. Irlandia bagian utara yang berafiliasi dengan kerajaan Inggris punya Irlandia Football Association (IFA). Irlandia bagian selatan yang merdeka membentuk sendiri Football Association of Irlandia (FAI).Tapi repotnya ini bukan sebatas kesamaan nama, ternyata kedua tim ini ngotot memakai pemain yang sama dalam pertandingannya. Tercatat ada empat pemain yang bermain bersamaan untuk dua tim Irlandia, yaitu Tom Aherne, Reg Ryan, Davy Walsh dan Con Martin. FIFA langsung turun tangan dan memutuskan penentuan pemain tim nasional harus berdasarkan batas-batas wilayah politik. FIFA juga melarang 2 tim ini memakai nama Irlandia saja untuk bertanding.Kedua timnas kembar itu pun mengganti namanya masing-masing. Timnas yang diwadahi IFA kemudian menggunakan nama Irlandia Utara, sementara Irlandia yang dibawahi FAI menamakan dirinya dengan Republik Irlandia. [b](bola/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengapa Memilih di Amerika?]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/mengapa-memilih-di-amerika.html</link>
<description><![CDATA[FIFA membuat keputusan mengejutkan dengan memilih Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia 1994 dibandingkan Brasil. Seluruh publik jadi bertanya-tanya, "Mengapa Amerika?".]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>514</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - FIFA membuat keputusan mengejutkan dengan memilih Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia 1994 dibandingkan Brasil. Seluruh publik jadi bertanya-tanya, "Mengapa Amerika?".FIFA sendiri telah mengatakan harapan mereka menyelenggarakan turnamen sepak bola yang bergengsi di Amerika adalah untuk menaikkan minat terhadap sepak bola di negara yang masih kurang familiar dengan sepak bola itu. FIFA pun sudah mensyaratkan segera dibentuknya liga sepak bola profesional begitu Piala Dunia selesai dilaksanakan di Amerika. Dan Amerika memenuhi hutangnya itu dengan memulai Major League Soccer pada tahun 1996.Meskipun FIFA telah memberikan penjelasan seperti itu tetapi banyak yang tetap ragu Piala Dunia akan sukses diselenggarakan di Amerika. Keraguan ini cukup wajar karena walaupun Amerika telah lima kali berpartisipasi di putaran final Piala Dunia dan bahkan pernah sampai ke semifinal, Amerika tetap dianggap bukan negeri sepak bola. Negara itu lebih akrab dengan bola basket, hoki es, atau baseball. Bahkan apa yang disebut "football" di Amerika adalah modifikasi atas permainan rugbi. Sementara apa yang umum disebut football oleh masyarakat dunia, di Amerika dinamai "soccer".Di Amerika, Soccer sendiri ternyata adalah olahraga yang tidak digemari dan bahkan cenderung dilecehkan. Menurut mereka soccer adalah olahraga menjemukan, sebab skornya sedikit (jika dibandingkan dengan bola basket). Juga dibandingkan American Football,  soccer dianggap terlalu lembek dan karena itu dianggap hanya cocok untuk dimainkan perempuan. Tak heran, kompetisi sepak bola di Amerika selalu kembang kempis. Dengan fakta-fakta itu, banyak kalangan khawatir Piala Dunia 1994 akan sepi penonton.Namun semua keraguan itu terjawab tuntas saat Piala Dunia dimulai di Amerika. Anggapan sebagai negeri yang benci sepak bola langsung sirna saat tuan rumah untuk pertama kalinya lolos ke putaran kedua. Alexi Lalas dkk bahkan lolos dengan menyingkirkan salah satu tim favorit, Kolumbia.Yang paling fenomenal adalah jumlah penonton yang datang ke stadion. Perkiraan kalau stadion-stadion di Amerika akan sepi, terjungkir-balikkan begitu saja. Setiap pertandingan rata-rata ditonton 69 ribu orang. Bahkan Piala Dunia 1994 menjadi Piala Dunia dengan rekor penonton terbanyak sampai saat ini.Piala Dunia 1994 juga menjadi penanda perubahan drastis untuk kepentingan industri penyiaran sepakbola di televisi. Piala Dunia 1994 mengharuskan setiap tim mencetak nama pemain di kostum di atas nomor punggung, agar penonton di televisi bisa mengenali pemain kesayangannya. Hal ini bahkan ditiru dari olahraga-olahraga lain di Amerika. Piala Dunia 1994 juga menjadi piala dunia pertama yang dipenuhi iklan dan grafik pertandingan, sama seperti siaran bola basket, hoki es, atau baseball. Contoh yang paling terlihat adalah selalu dimunculkannya waktu pertandingan padahal sebelumnya cuma muncul pada saat-saat tertentu saja. [b](bola/dod)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Saat Italia Jadi Cengeng]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/saat-italia-jadi-cengeng.html</link>
<description><![CDATA[Setelah 36 tahun,  Italia kalah lagi dengan Korea, lebih tepatnya oleh 2 Korea. Pertama pada Piala Dunia 1966, Italia kalah dengan Korea Utara, karena gol tunggal yang dicetak oleh Pak Doo-Ik. Sedang yang berikutnya di Piala Dunia 2002, Italia kalah atas Korea Selatan. Kali ini lewat golden goal dari Ahn Jung-Hwan.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>509</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Setelah 36 tahun,  Italia kalah lagi dengan Korea, lebih tepatnya oleh 2 Korea. Pertama pada Piala Dunia 1966, Italia kalah dengan Korea Utara, karena gol tunggal yang dicetak oleh Pak Doo-Ik. Sedang yang berikutnya di Piala Dunia 2002, Italia kalah atas Korea Selatan. Kali ini lewat <i>golden goal</i> dari Ahn Jung-Hwan. Nah kekalahan atas Korea Selatan ini yang menunjukkan saat juara dunia empat kali ini menjadi begitu cengeng.Saat itu mereka hanya mampu unggul 1 gol lewat gol Christian Vieri menit ke 18. Tapi bukannya menambah gol, mereka malah kebobolan oleh gol Seoul Ki-Hyeon pada menit ke 88. Akibatnya terjadi perpanjangan menghadapi tuan rumah Korea Selatan pada 16 besar Piala Dunia 2002 Korea-Jepang. Tidak disangka-sangka, finalis Piala Dunia 1990 itu malah akhirnya keok. Itu terjadi karena tuan rumah berhasil mencetak <i>golden goal</i> lewat aksi Ahn Jung-Hwan pada saat perpanjangan waktu menit ke 117.Tapi nampaknya Italia rela kalah dari Korea Selatan, apalagi tim ini tak pernah menang satu pertandingan pun di putaran final Piala Dunia sebelum menjadi tuan rumah. Italia pun membuat Byron Moreno, wasit asal Ekuador yang memimpin pertandingan tersebut menjadi kambing hitam. Selain kinerja ternyata fisik sang wasit yang berbadan tambun dan bermata sayu juga menjadi bahan olokan dan sasaran caci maki media Italia. Italia bahkan menuduh ada konspirasi besar untuk menjegal Italia. FIFA dan tuan rumah Korea Selatan dikatakan sudah sepakat untuk meloloskan tuan rumah sejauh mungkin. Alasannya untuk menjaga antusiasme masyarakat Korea Selatan menonton ke stadion.Tapi yang paling keterlaluan adalah Luciano Gaucci yang merupakan pemilik klub Perugia (saat itu masih berlaga di Liga Seri A Italia). Kebetulan saat itu pemain Korea Selatan Ahn Jung-Hwan berada di klubnya untuk meniti karier Eropa-nya. Sehari setelah kekalahan Italia itu, jangan mengaku secara fair keunggulan Korsel, Gaucci justru menunjukkan tindakan kekanak-kanakannya.Dia dengan bangga menyatakan kepada pers bahwa Perugia telah memutus kontrak Ahn Jung-Hwan, pencetak gol kemenangan Korea Selatan ke gawang Italia. Saya sama sekali tak berniat menggaji seseorang yang menghancurkan Sepak bola Italia, kata Gaucci saat itu.Meski besoknya keputusan konyol itu langsung diralat oleh Perugia, Ahn Jung-Hwan sudah terlanjur kecewa berat dengan bos klubnya. Saya tak mau lebih lama berurusan dengan Perugia, (klub) yang menyerang pribadiku dan bukannya memberikan ucapan selamat atas gol yang saya cetak di Piala Dunia, kata Ahn dengan marah. [b](bola/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gol Tapi Waktu Telah Habis]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/gol-tapi-waktu-telah-habis.html</link>
<description><![CDATA[Kejadian kontroversial terjadi saat pertandingan Brasil lawan Swedia, pada babak penyisihan Grup 3 Piala Dunia 1978 Argentina. Saat itu kedudukan masih 1-1 di menit terakhir, dan terjadi tendangan penjuru. Itu bisa jadi satu-satunya peluang Brasil untuk memenangkan pertandingan.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>504</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Kejadian kontroversial terjadi saat pertandingan Brasil lawan Swedia, pada babak penyisihan Grup 3 Piala Dunia 1978 Argentina. Saat itu kedudukan masih 1-1 di menit terakhir, dan terjadi tendangan penjuru. Itu bisa jadi satu-satunya peluang Brasil untuk memenangkan pertandingan.Pemain Brasil nampak begitu bersemangat menyambut tendangan sudut yang diberikan oleh wasit asal Inggris, Clive Thomas. Sepak pojok dilakukan dengan sangat cantik dan tepat mengarah ke Zico, striker Brazil yang paling maut saat itu. Tanpa membuang-buang kesempatan, Zico dengan sangat jitu menanduk masuk ke gawang Swedia. Dan Gol! Skor berubah 2-1 untuk Brasil. Tapi anehnya hal itu tidak terjadi. Persis saat pemain Brasil sudah merayakan gol kemenangan mereka itu, ternyata wasit Thomas tidak meniup peluit panjang tanda gol. Namun dia membuat keputusan aneh dengan meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.Para pemain Brasil pun ramai-ramai melakukan protes. Tapi wasit Thomas tetap bersikeras dengan keputusannya. Alasannya waktu pertandingan telah habis persis saat Zico menanduk bola menuju gawang Swedia.Dan gagal sudah kemenangan Brasil yang sudah di depan mata. [b](bola/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kala Pelatih Jadi Wasit]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/kala-pelatih-jadi-wasit.html</link>
<description><![CDATA[Karir Ulises Saucedo sebagai pelatih tidak begitu mulus. Saat melatih timnas Bolivia, timnya tidak berhasil mencetak satu gol  pun. Setelah itu dia mencoba peruntungannya yang lain, yaitu menjadi wasit. Dia pun mencoba mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>503</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Karir Ulises Saucedo sebagai pelatih tidak begitu mulus. Saat melatih timnas Bolivia, timnya tidak berhasil mencetak satu gol  pun. Setelah itu dia mencoba peruntungannya yang lain, yaitu menjadi wasit. Dia pun mencoba mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia. Dan sejarah yang dicatatkannya pun tidak main-main. Saat menjadi wasit pertandingan antara Argentina melawan Meksiko di Piala Dunia 1930, Saucedo menjatuhkan penalti pertama dalam sejarah Piala Dunia. Tapi catatan sejarah itu nampaknya belum cukup.  Dalam pertandingan itu Saucedo menjatuhkan 5 hukuman penalti. Hal itu menjadi rekor tersendiri hingga saat ini. Dari 5 hukuman penalti yang dia jatuhkan, 3 di antaranya tercatat sebagai keputusan yang kontroversial.Uniknya, meski banjir 5 tendangan hanya ada 1 gol yang berhasil dicetak dalam pertandingan yang berakhir 6-3 untuk kemenangan Argentina. Gol penalti yang dicetak oleh bek Meksiko, Manuel Rosas, itu juga merupakan satu-satunya gol penalti di Piala Dunia 1930. [b](bola/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gol Milla Batal, Italia Dapat Gelar Ketiga]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/gol-milla-batal-italia-dapat-gelar-ketiga.html</link>
<description><![CDATA[Kamerun tampil mengesankan saat menjadi debutan di Piala Dunia, yaitu di Piala Dunia 1982 Spanyol. Saat itu mereka masuk di Grup 1 bersama kandidat juara Italia, Polandia dan Peru. Kamerun tampil fantastis dan tak terkalahkan dalam tiga pertandingan.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>496</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Kamerun tampil mengesankan saat menjadi debutan di Piala Dunia, yaitu di Piala Dunia 1982 Spanyol. Saat itu mereka masuk di Grup 1 bersama kandidat juara Italia, Polandia dan Peru. Kamerun tampil fantastis dan tak terkalahkan dalam tiga pertandingan. Seandainya semua berjalan seperti apa adanya, mereka juga berhak maju ke babak kedua dan berarti Italia akan tersingkir. Dengan jalan seperti itu, sepertinya hasil Piala Dunia 1982 tentu akan sangat berbeda.Namun memang terjadi sesuatu yang tidak normal. Yaitu saat pertandingan antara Kamerun dengan Peru. Pertandingan itu berhasil akhir imbang tanpa gol. Tapi Kamerun seharusnya meraih kemenangan.Gol Roger Milla yang dicetak pada pertandingan itu dianulir oleh wasit Franz Wohrer asal Austria. Wasit menganggap gol itu offside. Padahal dalam tayangan ulang, gol tersebut jelas-jelas sah.Dianulirnya gol tersebut, membawa akibat yang cukup besar. Dengan hasil tiga kali bermain imbang karena pertandingan lawan Peru tidak jadi dimenangkan Kamerun, maka mereka mengumpulkan poin 3. Poin itu sama dengan yang diperoleh Italia. Kedua tim memiliki selisih gol yang sama yaitu nol.  Kamerun memasukkan 1 dan kemasukan 1, sedangkan Italia memasukkan 2 dan kemasukan 2. Dengan aturan agresivitas, Italia yang berhasil mencetak 2 gol akhirnya lolos mendampingi juara grup, Polandia.Bahkan Italia lolos ke babak kedua berkat tidak diakuinya gol Roger Milla itu, akhirnya keluar sebagai juara. Bahkan itu menjadi gelar dunia ketiga kalinya bagi mereka. [b](bola/dod/cax)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Chile Lolos Berkat Tumpas Komunis]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/chile-lolos-berkat-tumpas-komunis.html</link>
<description><![CDATA[Pada masa perang dingin di pertengahan tahun 1970-an, Chile mulai merasakan untungnya menjadi negara anti komunis dari sisi sepak bola.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>495</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Pada masa perang dingin di pertengahan tahun 1970-an, Chile mulai merasakan untungnya menjadi negara anti komunis dari sisi sepak bola. Pada babak kualifikasi Piala Dunia 1974 Zona Amerika Latin, Chile menempati peringkat tiga setelah Uruguay dan Argentina. Untuk itu Chile akan melakukan pertandingan play-off melawan wakil Zona Eropa yang waktu itu diwakili oleh Uni Soviet. Pertandingan playoff pertama dilangsungkan di ibukota Uni Soviet, Moskow. Meski bertandang ke kandang lawan, Chile sukses menahan Uni Soviet dengan angka 0-0. Kesempatan lolos Chile pun makin besar, mengingat pertandingan kedua dilangsungkan di kandang Chile.Namun ternyata Uni Soviet menolak bertanding di Santiago, ibukota Chile. Mereka menolak karena sebelumnya terjadi pembasmian komunisme secara besar-besaran oleh pemimpin Chile, Jendral Augusto Pinochet. Sebagai negara komunis tentu Uni Soviet tidak suka dengan tindakan Jendral Pinochet tersebut dan menuntut keras untuk bertanding di tempat netral. Tapi permintaan ini tidak disetujui FIFA, Uni Soviet pun memutuskan untuk tidak datang ke Santiago.Pertandingan diputuskan untuk tetap digelar, meski tidak ada lawan. Begitu wasit meniup peluit tanda kickoff, pemain Chile menggiring bola ke daerah  lawan yang kosong dan menendangnya ke gawang lawan yang tak terjaga. Tapi karena tak ada pemain lawan yang memulai kembali permainan setelah terjadi gol, pertandingan pun dihentikan. Chile akhirnya dihadiahi kemenangan 2-0.Jadilah karena pembasmian komunisme, Chile akhirnya sukses maju ke putaran Final Piala Dunia 1974 di Jerman Barat. [b](bola/dod/cax)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lawan Juga Ikut Memuji]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/lawan-juga-ikut-memuji.html</link>
<description><![CDATA[Diego Maradona tidak pernah disebut sebagai pemain curang meski terbukti telah mencetak gol kontroversial dengan menggunakan tangannya pada pertandingan perempat final Piala Dunia 1986 antara Argentina dan Inggris. Hal ini dikarenakan semua hal itu tertutup oleh gol sensasionalnya yang tercipta hanya beberapa menit setelah gol Tangan Tuhannya.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>493</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - <b>Diego Maradona</b> tidak pernah disebut sebagai pemain curang meski terbukti telah mencetak gol kontroversial dengan menggunakan tangannya pada pertandingan perempat final Piala Dunia 1986 antara Argentina dan Inggris. Hal ini dikarenakan semua hal itu tertutup oleh gol sensasionalnya yang tercipta hanya beberapa menit setelah gol Tangan Tuhannya.Gol keduanya itu dinobatkan sebagai Gol Terbaik Abad Ini. Karena itu pulalah Maradona selamat dari sebutan licik dan lebih dikenang sebagai pemain yang jenius.Aksi luar biasa Maradona itu terjadi pada menit ke 54, yang kemungkinan para perasaan pemain Inggris masih kacau balau karena gol tangan Tuhan Maradona. Semuanya bermula dari gelandang Argentina, Hector Enrique, yang mengirim umpan kepada Maradona di daerah pertahanan Argentina sendiri. Maradona kemudian dengan cepat menggiring bola melintasi garis tengah. Dan yang tidak bisa dipercaya, Maradona menyisir sisi kanan pertahanan Inggris, melewati Gleen Hoddle, Peter Breadsley, Peter Reid, Terry Butcher dan Terry Fenwick.Semuanya terjadi begitu cepat sampai dia telah berada di kotak penalti Inggris berhadapan satu lawan satu dengan kiper Peter Shilton. Meski dari sudut sempit, sepakan pelan Maradona berhasil melewati Shilton. Shilton kembali tidak berdaya setelah baru tiga menit dibuat termangu oleh aksi tangan Maradona.Gol kedua Maradona itu benar-benar meredam semangat pasukan Tiga Singa. Akibatnya mereka hanya mampu menciptakan satu gol balasan lewat Gary Lineker. Gol luar biasa itu juga membuat Inggris tidak bisa mencari alasan lagi atas kekalahannya. Jika saja Inggris tersingkir gara-gara hanya Gol Tangan Tuhan Maradona, maka orang akan memaklumi kekalahan mereka. Tapi kalau melihat bagaimana para pemain Inggris bergelimpangan saat Maradona melewati mereka untuk gol keduanya, maka semua orang sepakat Inggris memang pantas kalah oleh tim yang pantas menjadi juara.Para pemain Inggris pun ikut memuji gol ajaib itu. Gary Lineker termasuk salah satu pemain Inggris yang memuji gol Maradona itu."(Gol) itu mungkin satu-satunya gol dan satu-satunya di sepanjang perjalanan karier sepak bolaku, yang membuatku merasa harus merayakan gol tim lawan," katanya dalam sebuah wawancara. Maradona sendiri mengatakan bahwa Gol Terbaik Abad Ini itu tak akan tercipta kalau tidak ada kejujuran dari para pemain belakang Inggris. Kejujuran tersebut ditunjukkan dengan tak satu pun dari mereka yang menebas kakinya, sebagaimana dilakukan oleh kebanyakan bek."Bisa dikatakan, merekalah laki-laki paling kesatria di muka bumi ini," demikian puji Maradona. [b](bola/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Peluk Atau Golnya Batal]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/peluk-atau-golnya-batal.html</link>
<description><![CDATA[Pertemuan Ingris dan Argentina selalu berbalut aroma dendam. Pada pertemuan Inggris dan Argentina di perempat final Piala Dunia 1986 Mexico, dendam itu semakin bertambah mengingat belum lama kedua negara itu terlibat Perang Malvinas yang mengerikan.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>486</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Pertemuan Ingris dan Argentina selalu berbalut aroma dendam. Pada pertemuan Inggris dan Argentina di perempat final Piala Dunia 1986 Mexico, dendam itu semakin bertambah mengingat belum lama kedua negara itu terlibat Perang Malvinas yang mengerikan.Babak pertama usai dengan kedudukan 0-0, pertandingan tercatat berlangsung begitu seru. Ketika babak kedua berlalu lima menit, terjadilah peristiwa yang paling dikenang dalam sejarah sepak bola. Pada menit keenam babak kedua, bintang Argentina Diego Maradona mencoba melakukan umpan satu-dua dengan striker Jorge Valdano. Namun umpan Maradona terlalu kencang, sehingga bola menuju ke arah gelandang Inggris, Steve Hodgem. Hodge kemudian mencoba mengamankan dengan menyapu umpan Maradona tersebut. Namun sapuan Hodge itu meleset dan bola justru mengarah ke gawangnya sendiri. Peter Shilton , kiper Inggris saat itu keluar dari dekat gawang untuk mengamankan bola itu. Namun tanpa disangka, langkah Shilton itu kalah cepat dengan lompatan Maradona yang berlari dari luar kotak penalti. Bola itu pun meluncur ke jala gawang Shilton. Wasit Ali bin Nasser asal Tunisia, segera menunjuk titik tengah tanda gol sah. Dan Maradona, setelah sempat melirik ke arah wasit, segera berlari ke sudut lapangan untuk merayakan golnya bersama teman-temannya. Peter Shilton dan para bek Inggris, yang pemain bertinggi 165 cm itu bisa menang duel udara dengan kiper yang 20 cm lebih tinggi, hanya bisa terkesima..Ternyata keterkesimaan itu bukan karena kagum, tapi itu karena Maradona melakukannya secara ilegal. Ia tidak memakai kepalanya (sebagaimana yang diduga sebelumnya), melainkan memakai kepalan tangan kiri yang diangkatnya melewati kepala. Tapi pada saat gol itu terjadi dan disahkan wasit, hampir tak ada yang melihat kejadian itu (kecuali Tuhan dan Maradona sendiri). Wasit Bin Nasser dan hakim garis asal Bulgaria, Bogdan Dochev, sama sekali tak melihat kalau Maradona menggunakan kepalan tangan. Sedangkan para pemain Inggris tidak tahu secara detail cuma bisa menduga-duga dan hanya mengajukan protes sekedarnya saja. Beberapa reporter Inggris pun mengira protes itu karena Maradona dalam posisi offside. Tapi jelas bukan offside karena bola sebelumnya berasal dari pemain Inggris. Baru setelah siaran televisi memutar ulang proses terjadinya gol tersebut secara berulang-ulang dan dari berbagai sudut pandang, jelaslah bahwa Maradona bermain curang.Pertandingan pun berakhir 2-1 untuk kemenangan Argentina dan Inggris pun tersingkir dari Piala Dunia 1986. Tapi Maradona sama sekali tak menunjukkan penyesalannya dengan golnya itu. Malah dengan bangga dan wajah tanpa dosa Maradona menyatakan kepada para wartawan (dalam bahasa Spanyol): Un poco con la cabeza de Maradona y otro poco con la mano de Dios, yang artinya Gol itu sebagian kecil berasal dari kepala Maradona, sementara sebagian yang lain berasal dari tangan Tuhan. Kutipan itulah yang akhirnya menjadi kutipan paling populer dalam sejarah olahraga. Dari ini pulalah gol curang itu dikenal sebagai Gol Tangan Tuhan.Dalam perkataannya belakangan, diketahui Maradona melakukan gol tersebut dengan sengaja dan penuh kesadaran. Ia mengatakan, Aku menunggu teman-teman setimku untuk memelukku. Namun tak satupun yang melakukannya dengan segera. Aku berkata pada mereka, 'Ayo cepat peluk aku, atau gol itu dibatalkan wasit!'. Dalam otobiografinya, Maradona bahkan menganggap gol dengan tangan itu menjadi balas dendam kecil atas kekalahan Argentina dengan Inggris di Perang Malvinas.Karena itu jelaslah  gol Tangan Tuhan Maradona itu membuat perseteruan Argentina dan Inggris semakin memanas. Di Argentina, gol itu dirayakan sebagai balas dendam bagi perang Malvinas dan dianggap sebagai ganjaran setimpal atas perlakuan Inggris terhadap Argentina pada Piala Dunia 1966. Sementara di Inggris makin meluas opini anti-Maradona. Gol itu dikata-katai media Inggris sebagai Gol Tangan Setan.Meski demikian, gol ala Maradona tersebut (ditambah dengan gol keduanya di pertandingan yang sama) dinobatkan sebagai Gol Terbaik Abad Ini. Anehnya ini dipilih oleh publik Inggris sendiri dipilih sebagai momen terbaik nomor enam dalam 100 Momen Terbaik dalam Olahraga versi Channel 4. [b](bola/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Absennya Para Moyang Sepak Bola]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/absennya-para-moyang-sepak-bola.html</link>
<description><![CDATA[Amerika, yang sejarah sepak bolanya masih begitu minim, berhasil jadi menjadi tuan rumah sekaligus peserta di Piala Dunia 1994. Tapi anehnya negara yang dipercaya menjadi tempat asal mula permainan si kulit bundar ini, yaitu Inggris Raya, tidak satupun ada. Ini adalah ironi terbesar dalam sejarah Piala Dunia.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>484</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Amerika, yang sejarah sepak bolanya masih begitu minim, berhasil jadi menjadi tuan rumah sekaligus peserta di Piala Dunia 1994. Tapi anehnya negara yang dipercaya menjadi tempat asal mula permainan si kulit bundar ini, yaitu Inggris Raya, tidak satupun ada. Ini adalah ironi terbesar dalam sejarah Piala Dunia.Meski memang banyak versi yang beredar tentang asal-usul sepak bola, publik sudah menganggap sepak bola diawali dari kepulauan Inggris Raya. Klub sepak bola, federasi, turnamen dan kompetisi tertua semuanya ada di Inggris. Pertandingan antar klub dan antar negara pertama juga tercatat diselenggarakan di Inggris Raya. Sebelum Piala Dunia ada pada tahun 1930, di Inggris Raya telah diselenggarakan British Home Championship yang telah diadakan sejak tahun 1883, setengah abad sebelumnya.Absennya negara-negara Inggris Raya di Piala Dunia memang bukan yang pertama kalinya terjadi. Hingga Piala Dunia ke 3 yang diselenggarakan di Prancis tahun 1938, tak ada satu pun wakil dari tim Inggris Raya. Namun ketidakhadiran itu hanya karena alasan politis. Inggris Raya tidak suka berada di bawah bayang-bayang FIFA, yang saat itu notabene dikendalikan orang-orang Prancis. Baru ketika Piala Dunia 1950 di Brazil, Inggris dan saudara-saudaranya menyatakan ambil bagian. Dan sejak saat itu, tak ada satu pun Piala Dunia tanpa wakil dari Inggris Raya. Hingga di Piala Dunia 1994, tak ada satupun wakil Inggris Raya yang mampu menembus babak kualifikasi.Gagalnya Wales memang bukan sesuatu yang aneh. Tradisi Piala Dunia Wales tidak begitu kuat. Mereka hanya pernah lolos ke Piala Dunia pada tahun 1958 di Swedia. Itupun karena mereka menang setelah menjadi lawan pengganti di playoff lawan Israel. Saat itu tak ada satupun tim Asia dan Afrika yang mau bertanding dengan Israel. Di babak kualifikasi, Wales berada di grup 4 Zona Eropa, dan tak mampu bersaing dengan Rumania dan Belgia. Irlandia Utara juga begitu. Setelah lolos dua kali beruntun di Spanyol 1982 dan Meksiko 1986, tampaknya mereka juga semakin sulit lolos ke Piala Dunia. juga mulai membiasakan diri untuk tak ambil bagian. Mereka juga mulai kalah bersaing dengan saudara mereka, Republik Irlandia.Sementara itu,  pada tahun 1994 Skotlandia gagal untuk pertama kalinya selama 20 tahun untuk lolos ke Piala Dunia. <i>The Tartan Army</i> telah tampil tujuh kali di putaran final Piala Dunia, tapi saat itu mereka tak kuasa bersaing karena berada di grup paling keras di Eropa. Mereka kalah dengan Italia dan Swiss.Tapi tetap saja tak ada yang lebih tragis dari Inggris. Apalagi empat tahun sebelumnya, mereka berhasil  masuk ke semifinal. Inggris gagal ke Amerika setelah berada di posisi ketiga Grup 2 Zona Eropa. Mereka harus rela berada di bawah Norwegia dan Belanda, karena meraih dua kali kekalahan lawan Norwegia dan Belanda. Hal ini menjadi kegagalan Inggris lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya, setelah di tahun 1974 dan 1978. Meskipun begitu kekecewaan besar tetap muncul karena target besar sudah mereka usung karena pada Piala Dunia 1990 mereka hampir sampai ke final. Terlebih lagi Inggris saat itu sangat terobsesi menunjukkan pada Amerika, yang terus mereka anggap punya pikiran dangkal karena terlalu suka dengan olahraga berskor besar. [b](bola/dod/cax)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA['K' di Depan 'J']]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/k-di-depan-j.html</link>
<description><![CDATA[Piala Dunia 2002 menyajikan cerita unik tersendiri di balik namanya. Sebutan resmi untuk Piala Dunia 2002 yang benar adalah 2002 World Cup Korea-Japan dan bukan 2002 World Cup Japan-Korea. Ada alasan tersendiri kenapa harus begitu.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>478</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Piala Dunia 2002 menyajikan cerita unik tersendiri di balik namanya. Sebutan resmi untuk Piala Dunia 2002 yang benar adalah 2002 World Cup Korea-Japan dan bukan 2002 World Cup Japan-Korea. Ada alasan tersendiri kenapa harus begitu.Seusai Piala Dunia 1986,  presiden FIFA saat itu, Joao Havelange ingin suatu saat nanti Piala Dunia bisa digelar di negara Asia. Mendengar itu Jepang dan Korea Selatan yang telah lama bersaing langsung berniat menjadi calon tuan rumah. Mereka resmi mendaftar pada tahun 1995. Dengan Jepang yang mengandalkan mutu infrastruktur dan teknologi serta Korea Selatan yang mengandalkan rekor bagus sebagai tim Asia yang paling banyak mengikuti Piala Dunia, sama optimisme modal itu akan menjadikan mereka tuan rumah pertama Piala Dunia di Asia.Dapat ditebak kelanjutannya, Korea Selatan dan Jepang pun langsung saling serang agar bisa menang. Pihak Korea Selatan mengatakan, Jepang adalah negara dengan pengalaman sepak bola yang jelek. Jepang belum pernah lolos Piala Dunia (sebelum Piala Dunia 1996), dan baru tahun 1993 punya liga sepak bola profesional. Jepang tidak mau direndahkan begitu saja, mereka mengatakan jika Amerika Serikat, yang 40 tahun absen dari Piala Dunia, bisa terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 1994, mengapa mereka tidak bisa?Korea Selatan juga sesumbar akan menjadikan Piala Dunia 2002 sebagai momentum perdamaian di Semenanjung Korea dengan rencana mereka melibatkan Korea Utara. Hal ini melihat pada saat itu FIFA sedang getol menjadikan sepak bola sebagai sarana perdamaian. Tapi Jepang segera menyerang rencana Korsel itu dengan mengatakan jika Korea Utara ikut menggelar Piala Dunia, Piala Dunia akan berada di bawah ancaman terorisme. Jepang kembali menunjukkan situasi keamanan negaranya yang bagus dan bukti kalau mereka sudah sukses menghelat even sepak bola tingkat tinggi seperti Piala Toyota. Tapi Korea Selatan langsung membalas dengan mengatakan keamanan Jepang amat buruk. Sebab, gempa bumi selalu mengancam Jepang. Belum lagi ada catatan serangan yang dilakukan oleh sekte sesat Aum Shinrikyo pimpinan Soko Asahara yang menebar gas beracun di sebuah stasiun kereta api bawah tanah Jepang tahun 1995.Namun yang terjadi pada 6 November 1996, FIFA malah mengumumkan Korea Selatan dan Jepang ditunjuk menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2002. Karena sudah bersaing sejak lama, penunjukan menjadi tuan rumah bersama itu tetap menjadi ajang persaingan antara dua negara yang bertetangga itu.Korea Selatan dan Jepang kembali terlibat perselisihan tentang bagaimana sebutan resmi untuk even akbar itu. FIFA memakai dasar urutan abjad dari nama kedua negara dalam bahasa Inggris. Jadi Piala Dunia 2002 akan disebut "2002 World Cup Japan-Korea". Tapi Korea Selatan menolak menjadi "nomor dua". Mereka langsung memakai alasan nama FIFA yang  merupakan singkatan dari <i>Federation Internationale de Football Association</i> yang diambil dari bahasa Prancis. Karena itu menurut Korsel nama resmi even tersebut harus didasarkan pada nama Prancis dari kedua negara itu. Dengan demikian, Korea yang dalam bahasa Prancis disebut "Coree" harus diletakkan di depan Jepang yang disebut "Japon". Dan akhirnya Korea Selatan pun menang.Pada akhirnya, Piala Dunia 2002 secara resmi bernama "2002 World Cup Korea-Japan". [b](bola/cax)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Maskot-maskot Piala Dunia]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/maskot-maskot-piala-dunia.html</link>
<description><![CDATA[Tahukah Anda nama maskot pertama yang digunakan untuk Piala Dunia? Atau paling tidak bagaimanakah bentuknya? Temukan maskot-maskot yang pernah tampil di Piala Dunia pertama kali hingga Zakumi di sini.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>472</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Setelah empat tahun lamanya menunggu Piala Dunia akhirnya kita bisa kembali merasakan hingar bingarnya di Afrika Selatan 2010. Dan sekarang waktunya untuk menghidupkan lampu sorot ke maskot Piala Dunia yang selalu tampil khas mewakili tuan rumah penyelenggara. Ide pemakaian maskot sebenarnya baru dimulai pada Piala Dunia 1966 yang diselenggarakan di Inggris dan telah berlanjut sampai hari ini. Maskot Piala Dunia sebagian besar ditargetkan untuk anak-anak dengan memakai karakter-karakter yang lucu dan menarik, diaplikasikan ke barang-barang merchandise yang dirilis bertepatan dengan berlangsungnya kompetisi empat tahunan ini.Berikut adalah daftar maskot-maskot yang mewakili negara tuan rumah dari tahun 1966 sampai sekarang.Meski beberapa terlihat aneh dan eksentrik namun tidak bisa dipungkiri kalau keberadaan maskot telah memberi warna tersendiri bagi Piala Dunia, dan tentu saja setiap barang yang ditempelinya akan menjadi sumber penghasilan tersendiri bagi tuan rumah.<b>1. World Cup Willie, Inggris 1966</b>Maskot pertama yang pernah digunakan dalam even olahraga besar. Willie juga menjadi subyek dari lagu Piala Dunia saat itu dan penjualan merchandise yang tidak terhitung jumlahnya. Willie menggambarkan seekor singa, simbol Kerajaan Inggris, memakai kostum yang bergambar bendera Union Jack dengan tulisan "WORLD CUP" di tengahnya. Willie berhasil mendampingi Inggris menjadi juara Piala Dunia untuk pertama kalinya.<b>2. Juanito, Meksiko 1970</b>Meksiko memakai karakter seorang anak laki-laki memakai kostum Meksiko dan sombrero (topi khas penduduk Meksiko) bertuliskan World Cup 70 sebagai maskot mereka di Piala Dunia 1970. Maskot ini mempunyai nama kecil Juan, nama yang umum dipakai dalam bahasa Spanyol.<b>3. Tip and Tap, Jerman Barat 1974</b>Dua bocah laki-laki ini mewakili Jerman Barat sebagai maskot pada Piala Dunia 1974. Memakai kostum Jerman Barat dengan tulisan WM dan 74, berasal dari kata Weltmeisterschaft 74 yang memiliki arti Piala Dunia 1974. Jerman keluar sebagai juara dengan mengalahkan Belanda di final.<b>4. Gauchito, Argentina 1978</b>Kembali model anak laki-laki dijadikan maskot pada Piala Dunia 1978, entah karena populer atau para pembuatnya kehabisan ide. Tidak jauh berbeda dengan Juanito di tahun 1970, Gauchito  juga memakai kostum Timnas tuan rumah, yaitu biru putih khas Argentina dengan topi bertuliskan Argentina '78. Aksesoris syal dan cambuk yang menjadi khas gauchos sangat mewakili wilayah Amerika Selatan. <b>5. Naranjito, Spanyol 1982</b>Buah Jeruk menjadi pilihan Spanyol untuk maskot mereka di Piala Dunia 1982. Buah jeruk sudah menjadi ciri khas negara ini. Maskot mereka diberi nama Naranjito yang berasal dari kata naranja yang dalam bahasa Spanyol berarti jeruk.<b>6. Pique, Meksiko 1986</b>Jika dulu memakai Juanito, maka pada 1986 cabai jalapeno menjadi pilihan Meksiko. Jalapeno merupakan bahan wajib untuk kebanyakan masakan Meksiko dengan memakai kumis dan kembali mengenakan sombrero. Nama Pique berasal dari picante, sebutan dalam bahasa Spanyol untuk paprika dan saus pedas.<b>7. Ciao, Italia 1990</b>Bentuknya terdiri dari batang-batang yang tersusun menyerupai pemain bola dengan kepala berupa bola. Dihiasi 3 warna yang mewakili negara Italia, yaitu merah, putih dan hijau. Kata Ciao adalah salam yang biasa diucapkan warga Italia.<b>8. Striker, United States 1994</b>Seekor anjing, binatang peliharaan yang populer di Amerika Serikat. Dengan memakai seragam berwarna merah, putih dan biru bertuliskan USA 94, Amerika memberi nama maskot mereka Striker.<b>9. Footix, Prancis 1998</b>Seekor ayam jantan, salah satu simbol nasional Prancis, dengan kata-kata France 98 di dadanya menjadi maskot yang mewakili Piala Dunia 1998 di Prancis. Tubuhnya sebagian besar berwarna biru seperti kostum Timnas Prancis yang juga berwarna biru. Namanya berasal dari penggabungan kata "football" dan akhiran "-ix" yang diambil dari kata Asterix, komik strip yang terkenal terbitan Prancis. Sebelumnya nama "Raffy",  'Houpi" dan "Gallik" sempat diusulkan, namun nama Footix lebih disukai karena memberi keberuntungan, terbukti Prancis keluar menjadi juara Piala DUnia setelah secara mengejutkan berhasil membantai Brazil di final.<b>10. Ato, Kaz and Nik (The Spheriks), Korea - Japan 2002</b>Mahluk hasil rekayasa komputer yang berwarna orange, ungu dan biru ini sungguh futuristik. Mereka adalah anggota tim dari "Atmoball" (olahraga sepak bola fiksi), Ato adalah pelatih sementara KAZ dan Nik adalah pemain. Tiga nama dari masing-masing karakter dipilih dari polling pengguna Internet dan di outlet McDonald di negara-negara tuan rumah.<b>11. Goleo VI dan Pille, Jerman 2006</b>Singa kembali hadir sebagai maskot di tahun 2006, mengenakan kostum Jerman dengan nomor 06 dan diberi nama Pille. Goleo adalah gabungan dari kata "goal" dan "leo", kata Latin untuk singa. Di Jerman, "Pille" adalah istilah bahasa sehari-hari untuk sepak bola.<b>12. Zakumi, Afrika Selatan 2010</b>Kini seekor leopard melanjutkan tradisi. Zakumi adalah nama dari maskot yang akan digunakan pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Arti dari nama Zakumi amat dalam yaitu persatuan Afrika Selatan. Kata "Za" merujuk kepada Afrika Selatan. Sedangkan "kumi" memiliki arti sepuluh, merujuk kepada 10 bahasa yang digunakan di negara tersebut.Lihat Foto: <a class="bluelink" href="http://pialadunia.bola.net/galeri/maskot_piala_dunia.html" target="_blank">Gambar Maskot-maskot Piala Dunia</a> [b](wiki/bola)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia XVIII (2006)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-xviii-2006.html</link>
<description><![CDATA[Piala Dunia Jerman 2006 sangat dikagumi dan menjadi satu-satunya acara yang terbaik sepanjang masa, tapi perlu diingat atas tindakan yang sangat luar biasa di final Berlin.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>421</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Piala Dunia Jerman 2006 sangat dikagumi dan menjadi satu-satunya acara yang terbaik sepanjang masa, tapi perlu diingat atas tindakan yang sangat luar biasa di final Berlin.Angola, Pantai Gading, Republik Ceko, Ghana, Togo, Trinidad dan Tobago, Ukraina semuanya mengikuti turnamen untuk pertama kali, ketika Australia sudah ikut pertama kali pada 32 tahun lalu.Dari tim debutan, hanya Ghana dan Ukraina yang mampu melewati tahapan grup. Ghana lolos dari grup bersama dengan Italia, Amerika dan Republik Ceko, tapi kemudian kalah oleh Brazil dan di putaran kedua ketika Ukraina mengalahkan Tunisia dan Saudi Arabia hingga kemudian mengalahkan Switzerland dalam penalti hingga sampai ke perempat final. Italia akhirnya mengalahkan mereka juga.Australia terlibat dalam beberapa pertandingan yang kontroversial tak terlupakan. Mereka mengoleksi gol dari 1-0 dalam waktu 10 menit saat mengalahkan Jepang 3-1 dan di final grup permainan setidaknya memperoleh hasil imbang melawan Kroasia.Harry Kewell menyelamatkan posisi Socceroos dengan gol akhir hingga skor 2-2 di mana telah melakukan offside, hingga akhirnya permainan menjadi tidak serius, salah satu wasit yang paling dihormati, mengeluarkan tiga kartu kuning kepada Josep Simunic sebelum mengeluarkannya.Perjalanan Australia yang luar biasa harus berakhir di tangan Italia di ronde kedua, di mana mereka harus bermain dengan sepuluh orang di babak kedua setelah Marco Matterazzi di keluarkan. Australia melewatkan beberapa peluang besar dan ketika Lucas Neill di sinyalir telah melakukan pelanggaran terhadap Fabio Grosso di kotak penalti pada final kedua, Francesco Totti mencetak gol kemenangan dari tendangan penalti.Tuan rumah Jerman, sering dikritik karena memainkan permainan bola yang membosankan, hingga harus membuktikan mereka adalah pemain yang besar di turnamen tersebut, mengalahkan Kosta Rika, Polandia dan Ekuador pada penyisihan grup dan kemudian mengalahkan Swedia pada 16 besar. Argentina, yang tampak sebagai tim favorit di turnamen menghadang di perempat final, yang selanjutnya akan menjadi musuh dan tuan rumah ingin membawanya ke dalam permainan Miroslav Klose yang sempat menyamakan kedudukan di menit terakhir dan Jerman memenangkan adu penalti.Namun Jerman, yang telah menempati posisi ke tiga, ketika pernah bertemu dengan Italia dan Italia menyarangkan dua gol di final saat tambahan waktu di semi final.Spanyol memberikan kejutan di putaran kedua setelah mengalahkan seluruh tiga grup. Prancis tiba-tiba menyelinap melewati hadangan tim seperti Togo, Switzerland dan Korea dan terlihat mudah saat mengalahkan Spanyol.Namun setelah mengambil pimpinan di Hanover, Spanyol kewalahan oleh Prancis dan dibabat dengan skor 3-1. Prancis kemudian mengalahkan juara bertahan Brazil dengan skor 1-0 dan masuk ke semifinal melawan Portugal, yang telah mematahkan semangat Inggris dari kemenangan adu penalti di perepat final.Penalti yang dihasilkan Zinedine Zidane cukup untuk membawa Prancis melewati pertandingan hingga bertemu dengan Italia yang sudah menunggu di Berlin. Zidane menjadi sorotan kembali saat tujuh menit di final, dengan penaltinya untuk mengakhiri laga, sebelum Marco Matterazzi mengimbangi skor dalam 19 menit. Dua gol yang dicetak adalah bukti bahwa dua sosok penting dalam sebuah pertandingan. Setelah kedua kubu gagal memanfaatkan kesempatan memenangkan pertandingan, perpanjangan waktu di mana sebuah drama dimulai.Zidane dan Materazzi terlibat dalam sebuah pembicaraan dan kemudian Pria Prancis tersebut mendaratkan tandukannya di dada lawannya. Pemain Italia itu tersungkur dan wasit Horacio Elizondo memberikan Zidane kartu merah.Akhir dari final itu diputuskan melalui adu penalti hingga Prancis harus kehilangan tendangan keduanya oleh David Trezeguet yang gagal membobol gawang. Itu menjadikan Fabio Grosso sang pencetak gol penalti ke lima dan mencuri Trofi Piala Dunia ke lima bagi Italia.Klose mendapat Golden Boot dari lima golnya, meskipun Zidane harus keluar lapangan internasional, penghargaan Golden Ball dimenangkan oleh pemain bertahan Italia, Fabio Cannavaro. [b](bola/dod)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia XVII (2002)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-xvii-2002.html</link>
<description><![CDATA[Putaran pertama Piala Dunia 2002 di Korea/Jepang merefleksikan pergantian dunia persepakbolaan sebagai yang menjengkelkan dan penuh kejutan, juga menggetarkan tepat di saat permulaan. Namun pada akhirnya, dua tim yang tak asing lagi, Jerman dan Brasil, yang berperan sebagai juara dunia.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>345</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Putaran pertama Piala Dunia 2002 di Korea/Jepang merefleksikan pergantian dunia persepakbolaan sebagai yang menjengkelkan dan penuh kejutan, juga menggetarkan tepat di saat permulaan. Namun pada akhirnya, dua tim yang tak asing lagi, Jerman dan Brasil, yang berperan sebagai juara dunia, dan sebelumnya Amerika Selatan yang memenangkan Piala Dunia kelima tak terduganya.Ronaldo, yang saat itu mengalami final menyedihkan selam empat tahunan awal, kali ini jadi pahlawan bagi tim <i> Selecao</i> ini, dengan skor 2-0 dalam kemenangan tim itu. Dan dia mengakhiri turnamen dengan mengantongi delapan gol  yang terbanyak sejak Gerd Muller dengan 10 gol di turnamen meksiko 1970.Grup-grup yang turun ke lapangan kali  ini dirancang dengan pertandingan pembukaan sebagaimana debutan dari Afrika, Senegal yang mengejutkan  Perancis dengan kemenangan impresif 1-0. Tim Les Bleus ini tak benar-benar dapat pulih kembali dari kekalahan, gagal memasuki pintu bahaya grup A tanpa bahkan mengumpulkan sebuah gol-pun.Meski mengecewakan  bagi tim Perancis, namun ini sebuah pertandingan yang luar biasa dan keikutsertaan paling berharga dalam turnamen bagi Sinegal. 'Singa Dari Teranga' ini unjuk kebolehan di putaran kedua, mengalahkan Swedia dengan gol keemasan, namun ditundukkan Turki dengan gol keemasan mereka di perempat final.Grup D juga melihat Monstrous kesal saat AS membuka turnamen mereka dengan mengalahkan Portugal 3-2. Namun Generasi Emas dari Portugis ini kembali berlaga dengan memukul mundur Polandia, namun tumbang di tangan grup lain yang mengejutkan, Republik Korea, menambah grup berpengaruh Eropa lain harus kembali ke kampung halaman mereka lebih cepat.Eropa mendapat pembalasan di mana berada di grup yang disebut 'Grup Mematikan,' saat Inggris dan Swedia berhasil melalui kekuatan Argentina dan Nigeria, yang selalu berbahaya.  Pertandingan yang mungkin paling panas saat itu adalah Argentina Vs Inggris dalam pertandingan ulang di Sopporo, Jepang. Kapten tim Inggris, David Beckham, yang dikirim kembali di Perancis 98, dengan sukses menempatkan hantunya  pada seluruh tendangan penaltinya, merupakan satu-satunya gol yang selalu mengagumkan di antara semua tim. Argentina, yang banyak difavoritkan di pra turnamen, hanya dapat memperoleh seri saat melawan Swedia. Dan mereka bergabung dalam daftar nama besar yang harus kembali pulang lebih cepat dari yang diharapkan.Sementara dalam putaran sistem gugur diikuti dengan susunan yang dapat diramalkan, negara penyelenggara pendamping, Republik Korea melakukan permainan terbaik mereka dengan mempertahankan impian mereka. Di putaran 16, mereka menghadapi Italia yang termasyur dan mengklaim dengan sebuah gol keemasan yang diciptakan Ahn Jung Hwan, hingga membawa kemenangan 2-0.  Dan yang lebih tak dapat dipercaya, tim ini memenangkan perempat final dari lawan tangguh , Spanyol. Di sisi lain tim mengesankan, Turki menyingkirkan Jepang di putaran kedua dalam langkah mereka menuju semi final.  Saat Turki masuk putaran berikutnya, mengembangkan kemenangan melawan Costa Rica dalam gol yang berbeda, lalu menyingkirkan Jepang dan tim favorit penonton Senegal sebelum mereka tumbang oleh tim Brasil 1-0. Kekuatan tim Jerman sebelumnya tak banyak dibicarakan di awal turnamen. Namun mereka mampu menunjukkan kekuatan dengan memukul mundur lawan di final kelima. Pertama-tama tim ini mengalahkan Paraguay 1-0 lewat tendangan Oliver Neuville di menit ke 88.  Mereka lalu melaju di setengah permainan pertama dengan permainan kompak Michael Ballack dan penjaga gawang Oliver Kahn, dan memukul mundur tim AS yang mengesankan di perempat final. Mereka sempat harus berjuang keras dengan tekanan dari supporter saat melawan Republik Korea di semi final. Sekali lagi, Khan membuktikan dirinya seorang penjaga gawang handal di dunia, dan Ballack sekali mencetak skor untuk Jerman. Ironisnya, Khan memberikan jalan bagi Ronaldo menyarangkan golnya di pertandingan final. Dan kesalahan single yang dengan cepat memperkecil kenangan  dengan <i>The Phenomenon</i> dan tim Brasil  menunjukkan mereka masih jagonya sepak bola di planet ini. Jose Kleberson menggiring bola dan si brilian Rivaldo mencari jalan untuk memberi ruang bagi Ronaldo untuk menyarangkan bola ke gawang Kahn. Dan kegemilangan tim Brasil menempatkannya sebagai juara di turnamen ini, sedang Jerman hanya berada di tempat kedua dan Turki di posisi ketiga. [b](soccerhall/erl)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia XVI (1998)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-xvi-1998.html</link>
<description><![CDATA[Piala Dunia ke 16 merupakan turnamen paling besar, diikuti oleh 32 tim dengan 64 pertandingan. Delapan grup dari empat tim bertanding secara terpisah di penjuru Perancis, dalam 10 stadion baru atau yang telah direnovasi. Dan pertandingan pembukaan serta final dilakukan di stadion baru Stade de France sebelah utara Paris.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>342</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Piala Dunia ke 16 merupakan turnamen paling besar, diikuti oleh 32 tim dengan 64 pertandingan. Delapan grup dari empat tim bertanding secara terpisah di penjuru Perancis, dalam 10 stadion baru atau yang telah direnovasi. Dan pertandingan pembukaan serta final dilakukan di stadion baru Stade de France sebelah utara Paris.32 negara yang berarti 30 kualifikasi, menyediakan lebih banyak kesempatan untuk tim dari Afrika dan Asia. Empat grup tim juga merefleksikan wilayah geografis yang tersebar, di antaranya terdiri dari  dua Eropa, satu  Amerika dan satu dari Afrika dan Asia.Sebagaimana yang seringkali terjadi dalam turnamen Piala Dunia, putaran pembukaan dilemparkan dalam  pembagian yang adil dari berbagai kejutan, dengan tim favorit membuat  jalan menuju final. Spanyol gagal untuk mendapatkan kejayaan di Piala Dunia kali ini. Kolombia juga gagal untuk meningkat ke tahap yang lebih tinggi. Di luar grup yang diunggulkan Romania membuat kejutan saat menyingkirkan Inggris dengan kemenangan 2-1. Sementara, tuan rumah Perancis, lambat tapi pasti terus maju untuk memenuhi takdir kemenangan mereka. Setelah membuat rekor bagus di tahap grup, mereka akhirnya mendapat lawan dengan pertahanan kuat, Paraguay. Untuk pertama kalinya ( hingga saat ini) tercetak  gol emas dalam waktu 113 menit. Dalam pertandingan semi final, tim tuan rumah  harus menghadapi lawan yang  mengejutkan, yakni Kroasia. Turut bergabung dalam turnamen Piala Dunia untuk yang pertama kalinya sejak mantan negara bagian Yugoslavia ini memisahkan diri, sang pahlawan tim Miroslav Blazevic membuat jengkel Jerman dengan mengalahkannya 3-0 di perempat final, sebelum membuat para penonton di rumah tercengang,  saat pemenang <i>golden boot</i>, Davor Suke memimpin usai istirahat melawan Perancis. Namun, memang Perancis-lah yang ditakdirkan menang dan Kroasia berada di posisi ketiga. Pemain Perancis, Lilian Thuram memilih waktu yang tepat untuk membuat skor, gol internasional  pertama dan keduanya, serta membawa impian untuk masuk babak final  tuan rumah Perancis berhasil menghadang Brasil, yang mampu menyingkirkan Chile, Denmark dan Belanda selama pertandingan di turnamen. Dalam kali ini Brasil harus menerima nasib untuk berada di posisi kedua. [b](soccerhall/erl)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia XV (1994)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-xv-1994.html</link>
<description><![CDATA[Turnamen kali ini jadi kejutan bagi banyak orang, saat mana AS ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia ke 15. Padahal, di AS sepak bola tidak pernah jadi olahraga favorit.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>341</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Turnamen kali ini jadi kejutan bagi banyak orang, saat mana AS ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia ke 15. Padahal, di AS sepak bola tidak pernah jadi olahraga favorit. Dan pertandingan kali hanya membuahkan kekecewaan saat babak final, di mana Brasil meraih kemenangan dalam penalti setelah pertandingan tanpa gol melawan Italia. Ada banyak gol yang diciptakan, kesenangan, drama dan kejutan dalam turnamen tahun 1994 ini. Bulgaria, yang sama sekali belum pernah ikut bertanding di Piala Dunia, kini masuk dalam 16 tim, dan berhasil menyingkirkan tim Jerman saat pertandingan  semi final.Dalam perhelatan kali ini, 147 negara  sebuah rekor baru - masuk dalam kualifikasi Piala Dunia 94. Di antara dari ratusan tim ini termasuk salah satunya Afrika Selatan kembali masuk, setelah sempat keluar. Beberapa tim besar gagal masuk final antara lain: Inggris, Denmark,  Portugal, Polandia dan sekali lagi Perancis, yang menjegal Bulgaria di menit-menit terakhir dalam permainan kualifikasi terakhir mereka. Termasuk juga Yugoslavia, yang negaranya tengah dilanda perang sipil melawan Bosnia. 24 negara melengkapi grup yang turut dalam pertandingan final.Sebuah drama terjadi, saat Diego Maradona, pahlawan Argentina di tahun 1985, dinyatakan positif menggunakan narkoba sewaktu menjalani tes, membuatnya dikeluarkan dari turnamen. Dan sebuah tragedi yang mengenaskan, saat bintang lapangan Kolombia, Andres Escobar terbunuh, beberapa hari setelah kembali ke rumah dari skor yang diciptakannya sendiri saat melawan AS.Sementara tim tuan rumah bermain dengan memalukan, disingkirkan dengan mudah oleh tim Brasil dalam putaran kedua. Brasil sendiri merupakan tim terbaik dalam turnamen kali ini, dan memang berhak menerima kemenangan.Dalam perempat final, Brasil harus melawan tujuh tim dari Eropa, salah satunya adalah Italia, sebuah tim yang sangat sulit dibekuk. Tim Italia membuktikan ketangguhan mereka, dengan mengalahkan Nigeria 1-0 dalam waktu 90 detik sebelum pertandingan berakhir, dengan hanya 10 personil yang ada di lapangan saat itu. Adalah Roberto Baggio, sang penyelamat tim, yang membantu melawan Spanyol dengan kemenangan 2-1 di perempat final dan memukul mundur Bulgaria 2-1 di semi final.Brasil dan Italia, dua negara yang telah memenangkan trofi Piala Dunia tiga kali, dipertemukan dalam satu lapangan. Dan untuk pertama kalinya dalam sepanjang sejarah Piala Dunia, pertandingan harus diakhiri dengan adu penalti. Kali ini, sang penyelamat Italia, Roberto Baggio bertekad untuk membuat skor, namun sayang tendangan penaltinya melambung terlalu tinggi dari gawang lawan dan membawa kemenangan bagi Brasil. Dengan penuh kekecewaan Italia harus cukup puas berada di posisi kedua. Setelah 24 tahun dari kemenangan terakhirnya, Brasil kembali membawa pulang tropi kebesaran dalam turnamen kali ini, serta membuat negara ini jadi pemenangan empat kali tropi Piala Dunia. [b](soccerhall/erl)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia XIV (1990)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-xiv-1990.html</link>
<description><![CDATA[Ini merupakan pertandingan Piala Dunia yang paling mengecewakan dengan terlalu banyak pertahanan yang membosankan dalam persepakbolaan dan pertandingan yang dimenangkan dengan tendangan penalti. Babak final pertandingan antara Jerman Barat dengan Argentina merupakan yang paling sedikit menginspirasi.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>335</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Ini merupakan pertandingan Piala Dunia yang paling mengecewakan dengan terlalu banyak pertahanan yang membosankan dalam persepakbolaan dan pertandingan yang dimenangkan dengan tendangan penalti. Babak final pertandingan antara Jerman Barat dengan Argentina merupakan yang paling sedikit menginspirasi  dalam sejarah kompetisi dan keputusan yang ironis dengan tendangan penalti akhir oleh pemain Jerman Barat,  Andreas Brehme. Argentina jadi tim pertama yang tidak mendapatkan skor dalam babak final dan juga tim pertama dua pemainnya tidak diijinkan mengikuti final.Satu lagi bintang lapangan yang memulai debutnya  di turnamen Piala Dunia ke 14 ini, ialah Salvatore Schillaci, yang di negara asalnya  dikenal dengan julukan 'Toto.'  Schillaci masuk lapangan untuk menggantikan pemain utama Andrea Carnevale, saat Italia melawan Asutria. Saat itu, ia masih berusia 25 tahun dan sedang dalam dalam bentuk terhebatnya. Dia berhasil menyarangkan enam gol ke gawang lawan dan mengakhiri turnamen tersebut  sebagai pencetak gol terbanyak, di mana pada hakekatnya ia berhasil mengangkat tim Italia ke babak semi final seorang diri. Namun, tim <i>Squadra Azzurra</i> ini  terjegal dengan tendangan penalti saat melawan Argentina, hanya dengan mencetak dua gol dalam tujuh permainan. Pada akhirnya Italia harus menelan kekecewaan dengan hanya berada di posisi ketiga, dan Argentina berada di posisi kedua.Jerman, sang juara di turnamen kali ini, meraih kemenangan dengan menyingkirkan Yugoslavia (4-1), memukul mundur Belanda (2-1) , menaklukkan Czechoslovakia (1-0) dan menang dari Inggris (dengan seri 1-1 di permainan penuh dan 4-3 dalam penalti). Di bawah pimpinan pelatih Franz Beckenbauer, yang di tahun 1974 jadi kapten bagi tim Jerman Barat, mereka berjaya lewat  permainan bagus Matthus, Brehme, Vller, Klinsmann, Kohler, dan Hssler, yang semuanya memiliki bakat luar biasa. Dengan kemenangan ketiganya ini, Jerman bergabung dengan Italia dan Brasil sebagai negara yang paling terhormat di perhelatan Piala Dunia FIFA.Setelah Meksiko di tahun 1986, Piala Dunia ke 14 kembali diselenggarakan di wilayah Eropa, tepatnya di Italia, negara kebesaran bagi persepakbolaan dunia. Itali menyelenggarakan acara terbesar dunia ini tanpa perlu mengeluarkan banyak ongkos, 10 dari 12 stadion untuk Piala Dunia telah dibenahi dan dua yang lainnya (di Turin dan Bari), dibangun dengan sedikit biaya khusus untuk turnamen ini.Tiga pemain dalam tim yang berbeda, Roger Milla dari tim Kamerun, Salvatore Schillaci dari tim Itali  dan penjaga gawang Argentina, Sergio Goycochea  mampu membuat para penonton gegap-gempita. Milla, yang kembali dari pensiunnya untuk turut berpartisipasi dalam turnamen besar ini, yang saat itu berusia 38 dan 20 hari mendapat gelaran pencetak gol tertua sepanjang sejarah Piala Dunia saat dia berhasil menyarangkan tendangan bolanya ke gawang Romania (dia memperbesar rekornya di Piala Dunia tahun 1994). Dalam beberapa hari di perempat final, si  'Singa Tua' ini dan tim Kamerun-nya dihajar Inggris hingga kalah dengan skor 3-2, walau sebelumnya mereka sempat memimpin dengan skor 2-1. [b](sch/erl)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia XIII (1986)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-xiii-1986.html</link>
<description><![CDATA[Kompetisi Piala Dunia ke 13 merupakan sebuah kehormatan bagi Mesiko, yang jadi negara pertama sebagai tuan rumah dengan dua kejadian besar. Walau demikian, Meksiko terpilih sebagai tuan rumah pengganti lantaran pilihan awal, Kolombia, mengumumkan di tahun 1983 kalau tak lagi mampu menyelenggarakan turnamen sepak bola terbesar dunia ini.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>334</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Kompetisi Piala Dunia ke 13 merupakan sebuah kehormatan bagi Mesiko, yang jadi negara pertama sebagai tuan rumah dengan dua kejadian besar. Walau demikian, Meksiko terpilih sebagai tuan rumah pengganti lantaran pilihan awal, Kolombia, mengumumkan di tahun 1983 kalau tak lagi mampu menyelenggarakan turnamen sepak bola terbesar dunia ini. Gempa bumi yang mengguncang mengawali turnamen kali ini, namun untungnya stadion yang sedianya jadi tempat diselenggarakannya pertandingan tetap utuh, dan diputuskan untuk meneruskan persiapan penyelenggaraan turnamen terbesar ini.Maradona, yang berhasil memasukkan dua gol ke gawang tim Inggris  yang salah satunya dibantu dengan tangannya (yang dibanggakannya dengan julukan 'Tangan Tuhan')  dan pertandingan melawan Belgia, menuntun  Argentina untuk terus melaju serta menguasai Jerman Barat di babak final dengan kemenangan 3-2 dengan disaksikan 115.000 penonton di stadion Aztec.Dua puluh empat tim turut ambil bagian dalam final Piala Dunia kali ini, seperti yang terjadi empat tahun sebelumnya di Spanyol. Namun juga terdapat perbedaan, dari keseluruhan pertandingan putaran kedua dimainkan dengan dasar KO. Dengan hanya menyisakan delapan tim yang tidak lolos. Dan pada putaran pertama banyak terjadi kejutan. Untuk yang pertama, Maroko jadi negara Afrika pertama yang masuk kualifikasi untuk turut dalam pertandingan di putaran kedua Piala Dunia.Tim Biru,  Perancis menunjukkan kelas mereka dengan mengalahkan Italia 2-0 - pemenang pertandingan dunia sebelumnya - di permainan putaran kedua mereka, sebelum mereka juga menyingkirkan  Brasil di Guadalajara. Setelah memenangkan tendangan penalti yang mendebarkan (1-1 dalam waktu penuh, lalu 4-3 selama tendangan penalti) melawan Brasil, akhirnya Perancis berhasil masuk semi final. Namun, hanya seperti saat turnamen di Spanyol, empat tahun sebelumnya, impian kejayaan Piala Dunia bagi Tim Biru ini gagal total  setelah mereka terjegal oleh Jerman yang segar bugar, dan hanya berhasil menduduki posisi ketiga.Jerman, yang pernah turut dalam pertandingan final, sekali lagi tersandung di langkah terakhir. Setelah terjegal oleh Italia dan Paolo Rossi di tahun 1982, kali ini  mereka dikalahkan oleh Argentina dengan 3-2,  di bawah pimpinan Diego Mardona, yang sebelumnya berhasil menyingkirkan Belgia di babak  Semi final dengan 2-0. Tim Jerman harus cukup puas dengan kembali menduduki peringkat kedua di turnamen kali ini. [b](sch/erl)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia XII (1982)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-xii-1982.html</link>
<description><![CDATA[Dalam putaran pembukaan Piala Dunia kali ini, tim Italia mampu bertahan dengan berbagai  gol yang berbeda, dan menggondol tropi untuk ketiga kalinya, setelah tim kreatif Brasil tersingkir oleh  mereka dalam pertandingan mengejutkan di tahap kedua.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>333</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Dalam putaran pembukaan Piala Dunia kali ini, tim Italia mampu bertahan dengan berbagai  gol yang berbeda, dan menggondol tropi untuk ketiga kalinya, setelah tim kreatif Brasil tersingkir oleh  mereka dalam pertandingan mengejutkan di tahap kedua.Zico, Socrates, Falcao dan Eder tak mampu membendung serangan, dan Brasil harus membayar dengan kekalahan 3-2 atas trik sundulan kepala yang dilakukan Paolo Rossi. Setelah itu Itali masuk babak final dan mengalahkan Jerman Barat 3-1. Rossi sendiri mendapatkan Sepatu Emas dengan enam gol yang dihasilkannya.Setelah permulaan turnamen yang cukup alot, warga Italia jadi hidup  berkat penyerang mereka Paolo Rossi yang menampilkan usaha terbaiknya  dan memenangkan tropi Piala Dunia ketiga mereka. Tapi dalam Piala Dunia kali ini juga dikenang dua permainan yang di luar kebiasaan dalam turnamen sepak bola, yaitu Brazil Vs Italia dan di atas segalanya, Perancis Vs Jerman Barat di semifinal.Sebenarnya, tak ada satu negara-pun yang pernah memiliki persiapan cukup untuk perhelatan Piala Dunia. FIFA menetapkan Spanyol sebagai tuan rumah untuk pertandingan Piala Dunia ke 12, yang mana akan menjamu 24 tim bukan 16 seperti sebelumnya.Di bawah peraturan baru, 13 tim kualifikasi dari Eropa, ditambah 3 dari Amerika Utara, dan 2 dari Afrika, 2 dari Asia/Oceania, 2 dari CONCACAF. Keseluruhan daftar yang lengkap dijamu oleh tuan rumah Spanyol sebagai penyelenggara Piala Dunia. Kali ini terdapat perubahan pasti, di mana dibuat aturan bagaimana turnamen ini diselenggarakan, dengan format baru mempersatukan tiga tahap terpisah: putaran pertama dengan empat grup di mana dua tim unggulan yang masuk kualifikasi turut dalam putaran kedua, di putaran kedua dengan empat grup dari tiga tim yang masuk kualifikasi dari beberapa grup, dan akhirnya semi-final serta final.Permulaan pertandingan cukup mengguncang, Perancis, Jerman dan Italia benar-benar hadir dengan diri mereka, berhasil memenangi pertandingan putaran kedua, sementara Inggris dan Brasil tumbang di tengah jalan  namun akhirnya Itali meraih kemenangan dengan permainan yang menakjubkan.Di babak semifinal pertama, Italia mampu membuktikan mereka terlalu kuat bagi Polandia, dengan pertandingan yang berjalan timpang. Di babak semi final yang lain, meskipun dengan cerita yang sepenuhnya berbeda, ini benar-benar dramatis tapi sepenuhnya permainan yang jadi perbincangan dan juga jadi penyesalan abadi bagi tim Perancis. Jerman memimpin turnamen di bawah pimpinan Pierre Littbarski, sebelum Michel Platini membawa Prancis kembali ke jalur dengan tendangan penalti.  Di waktu yang ekstrim, tim Biru ini memimpin permainan dengan 3-1. Tapi Jerman berjuang kembali dan meraih kemenangan lewat tendangan penalti.<i>Squadra Azzurri</i>, tim dengan personil berbakat, akhirnya menyingkirkan Jerman Barat dalam pertandingan final (3-1), dibantu dengan gol lain dari tokoh inspirasi mereka, Paolo Rossi. Dan akhirnya  Dino Zoff, kapten tim ini, yang saat itu berusia 40 tahun, menerima tropi Piala Dunia dari Raja Spanyol, Juan Carlos. Dan Itali berada di tempat kedua setelah Brasil, yang berhasil membawa pulang tropi Piala Dunia untuk ketiga kalinya. [b](sch/erl)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia XI (1978)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-xi-1978.html</link>
<description><![CDATA[Setelah sempat turut berpartisipasi di babak final di turnamen 1930, Argentina harus menunggu beberapa lama guna meraih kemenangan di pertandingan Piala Dunia, di mana akhirnya mereka melakukan permainan di lapangan mereka sendiri di turnamen 1978 ini.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>327</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Setelah sempat turut berpartisipasi di babak final di turnamen 1930, Argentina harus menunggu beberapa lama guna meraih kemenangan di pertandingan Piala Dunia, di mana akhirnya mereka melakukan permainan di lapangan mereka sendiri di turnamen 1978 ini. Kemenangan yang diraih Argentina, tak lepas dari dukungan luar biasa dari suporter kampung halaman, semangat mereka membantu tim ini mengalahkan Belanda di babak final.  Di putaran babak penyisihan Piala Dunia, Argentina sempat terdepak mundur oleh Italia, namun tim mereka  mampu menyusul kembali dan turut berpartisipasi di babak final dengan menyingkirkan Peru 6-0. Dengan kepiawaian Daniel Passarella, Osvaldo Ardiles dan Mario Kempes, skor gol tertinggi dikantongi oleh tim ini. Mereka juga berhasil menjegal Belanda dengan 3-1 dalam waktu tambahan di babak final. Sedang ketiga pemain mereka, Daniel Passarella, Osvaldo Ardiles dan Mario Kempes, berhasil meraih gelaran pencetak gol terbanyak dengan menyarangkan enam gol di gawang lawan.Tak ada  perlombaan Piala Dunia yang lebih dipenuhi kontroversi seperti di turnamen ke 11 di Argentina ini. Sepak bola, sebenarnya,  jadi pendukung kekuatan debat tentang diboikot atau tidaknya turnamen ini dalam rangka protes terhadap rezim presiden Jorge Rafael Videla, penguasa Argentina saat itu, atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukannya. Pada akhirnya, meski ada permohonan yang meluas untuk menghindari 'negara sepak bola' ini, tetap saja seluruh tim yang masuk kualifikasi menuju ke Argentina untuk bertanding. Dengan penampilan baru, tim Perancis yang di pimpin Michel Hidalgo  membuat <i>comeback</i> yang tak terduga, dengan memukul mundur Itali dan Argentina 2-1. Michal Platini dan rekan-rekan setimnya gagal mencapai putaran kedua, meski telah berhasil menghadang Hungaria 3-1 dalam permainan terakhir mereka. Semua tim favorit dalam turnamen ini membuat usaha yang mudah dalam putaran pertama, kecuali tim Belanda - finalis di Jerman empat tahun sebelumnya - namun sekarang tanpa bintang lapangan mereka, Johan Cruryff, (yang ikut memboikot Piala Dunia), Belanda berusaha mati-matian untuk bertahan di putaran kedua, dipimpin oleh Robbie Rensenbrink, mereka berhasil menunjukkan kemampuan dan mencapai babak final dengan menaklukkan Austria 5-1,  menyingkirkan Itali 2-1 serta seri dengan Jerman Barat 2-2. Di putaran kedua lainnya, ada banyak pertarungan seru antara Argentina dan Brasil. Di mana tim tuan rumah ini berusaha mengalahkan Peru di pertandingan terakhir, setidaknya dengan empat gol. Sementara tim Brasil sepertinya harus cukup puas membukukan  tempat berlabuh  mereka di babak final. Namun berbeda dengan yang diharapkan, Daniel Passarella dan rekan-rekan setimnya mencetak tak kurang dari enam gol melawan Peru, termasuk dua gol hasil tendangan Si Matador, Mario Kempes. [b](sch/erl)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia X (1974)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-x-1974.html</link>
<description><![CDATA[Salah satu tuan rumah yang juga meraih kemenangan  dalam perhelatan Piala Dunia adalah Jerman Barat, dimana dalam perhelatan di tahun ini membawa beberapa hal baru dalam Piala Dunia yang digelar FIFA. Untuk pertama kalinya dengan persaingan yang cukup ketat, pertukaran gaya dalam sebuah turnamen, yang akhirnya dapat dikenang sebagai kedatangan era 'total fottball.']]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>314</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Salah satu tuan rumah yang juga meraih kemenangan  dalam perhelatan Piala Dunia adalah Jerman Barat, dimana dalam perhelatan di tahun ini membawa beberapa hal baru dalam Piala Dunia yang digelar FIFA. Untuk pertama kalinya dengan persaingan yang cukup ketat, pertukaran gaya dalam sebuah turnamen, yang akhirnya dapat dikenang sebagai kedatangan era 'total fottball.'Dalam kompetisi ini, tim Belanda di bawah pimpinan kapten Johan Cruyff berhasil memukul mundur Argentina dengan skor 4-0 dan menyingkirkan Brasil 2-0. Dan ini juga bertindak sebagai pengumuman kedatangan mereka di perhelatan ini. Namun sayang, kegemilangan tersebut masih tak mampu menjegal Jerman Barat dalam pertandingan final dan menurunkan nilai hebat tim ini dengan hasil akhir  2-1.Bicara tentang Jerman Barat, setelah sedikit guncangan dalam permulaan turnamen, akhirnya tim ini melaju dalam formasi yang bagus menggondol tropi mereka. Dalam pertandingan final, di bawah pimpinan 'Kaiser' Franz Beckenbauer, Jerman Barat berada di posisi puncak dengan menggeser Belanda yang berjaya.  Turnamen Piala Dunia ke 10 di Jerman di tahun 1974 ini, juga menandai pertandingan pertama yang dapat disaksikan dengan televisi berwarna. Dan meski jika itu untuk mewarnai revolusi budaya bahkan lebih, <i>Weltmeisterschaft 74</i> ini  diisi dua perubahan utama. Yang pertama, merupakan perubahan dari peraturan dalam turnamen. Dalam putaran pertama sistem dalam grup diikuti dengan mengalahkan putaran kedua yang digantikan sebuah sistem grup pertama dalam kedua belah putaran. Perubahan kedua adalah menggantikan tropi Jules Ritme  yang dimenangkan oleh Brasil dalam empat tahun sebelumnya, setelah memenangkan tiga kali Piala Dunia FIFA (1958, 1962, 1970)- dengan sebuah patung emas yang akhirnya dikenal dengan sebutan 'FIFA World Cup.' [b](sch/erl)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia IX (1970)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-ix-1970.html</link>
<description><![CDATA[Banyak kalangan sepakat Piala Dunia 1970 adalah turnamen bola yang terbaik dari turnamen sebelumnya bahkan sukses menginspirasi kaum muda untuk mulai bermain bola. Kejuaraan ini terasa sangat berbeda dan dikemas dengan pola permainan yang disuguhkan secara apik dari setiap timnas.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>298</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Banyak kalangan sepakat Piala Dunia 1970 adalah turnamen bola yang terbaik dari turnamen sebelumnya bahkan sukses menginspirasi kaum muda untuk mulai bermain bola. Kejuaraan ini terasa sangat berbeda dan dikemas dengan pola permainan yang disuguhkan secara apik dari setiap timnas. Di tahun 1970 ini kartu merah dan kartu kuning mulai dikenalkan, dimana pemain Cili Carlos Caszely yang mendapat kehormatan mengantongi 'anugerah' ini pada tahun 1974. Pada periode ini tim Samba kembali mereguk kemenangan usai menekuk Itali dengan skor 4-0. Piala Dunia ini juga menjadi puncak karir Pele. Sekali lagi, Pele bersama bintang yang lain, seperti Jairzinho, Gerson, Felix dan Carlos Alberto suskes menginspirasi dunia akan indahnya sebuah permainan bola dan bagaimana si kulit bundar itu harus dimainkan.  Piala Jules Rimet Cup atau saat itu lebih tenar dengan sebutan "Golden Goddess" berhak dibawa pulang Brasil untuk selamanya, sayang pada tahun 1983 piala ini hilang dicuri orang dan tak pernah ditemukan kembali. Secara keseluruhan, Piala Dunia 1970 terbukti sebagai turnamen paling OK dengan sederet bintang-bintang brilian meski Pele masih jadi yang terdepan.- <b>Pemain yang bersinar:</b> Alberto, Grson, Jarzinho, Pele, Rivelino (Brasil), B. Charlton,  Moore (Inggris), Facchetti, Riva (Italia), Beckenbauer, G. Muller, Overath, Seeler (Jerman Barat), Mazurkiewicz (Uruguay).- <b>Pemenang Adidas Golden Shoe:</b> Gerd Muller (Jerman Barat/10 gol). [b](soccerinfo/rit)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia VIII (1966)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-viii-1966.html</link>
<description><![CDATA["Inggris akan berjaya di negeri sendiri," ujar manajer bola Inggris Alf Ramsey, setelah empat turnamen yang berakhir dengan mengecewakan. Pada tahun 1966 ini Inggris mulai melangkah pelan dengan hasil draw saat melawan Uruguay.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>305</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - "Inggris akan berjaya di negeri sendiri," ujar manajer bola Inggris <b>Alf Ramsey</b>, setelah empat turnamen yang berakhir dengan mengecewakan. Pada tahun 1966 ini Inggris mulai melangkah pelan dengan hasil draw saat melawan Uruguay. Piala Dunia kedelapan ini bagi sebagian orang masih menyisakan keraguan, pasalnya saat laga final Inggris melawan Jerman, yang berakhir dengan skor 3-2 dan dimenangkan oleh Inggris dinilai tidak fair oleh beberapa pihak. Saat tendangan bola pemain tuan rumah <b>George Hurst</b> memantul mengenai garis gawang, wasit asal Swiss <b>Gottfried Dienst</b>, mengesahkannya sebagai sebuah gol usai berkonsultasi dengan penjaga garisnya (Rusia). Hal itu menuai protes dari pemain Jerman, sayang wasit tetap pada pendiriannya dan Inggris keluar sebagai juara di negeri sendiri. Peristiwa ini menjadi hal yang terus diingat pencinta bola seluruh dunia bahkan sampai saat ini gol yang dikenal dengan sebutan "Wembley goal" ini masih menjadi kontoversi yang terus dibicarakan. - <b>Pemain yang bersinar:</b> Banks, R. Charlton, Moore, Ball (Inggris), Albert (Hungaria), Augusto, Coluna, Eusebio (Portugal), Beckenbauer, Haller, Seeler (Jerman Barat).- <b>Pemenang Adidas Golden Shoe:</b> Eusebio (Portugal/9 gol). [b](soccerinfo/rit)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia VII (1962)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-vii-1962.html</link>
<description><![CDATA[Brasil again! Sebuah bukti nyata Brasil layak menjadi jawara meski tanpa dukungan Pele. Brasil sukses meraih juara dengan mulus saat mebabat Cekoslovakia dengan skor 3-0.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>297</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Brasil again! Sebuah bukti nyata Brasil layak menjadi jawara meski tanpa dukungan Pele. Brasil sukses meraih juara dengan mulus saat mebabat Cekoslovakia dengan skor 3-0. Saat ini si anak emas Pele tak membela tim Samba di babak final karena cedera yang dialaminya saat berlaga melawan Meksiko.Saat itu tim-tim seperti Inggris, dan Jerman Barat masih mencari dalam proses mencari pemain baru sementara Argentina, Italia dan Uruguay lebih serius berseteru ketimbang main bola. - <b>Pemain yang bersinar:</b> Didi, Garrincha, Mauro, Vava (Brasil), Masopust, Schrojf (Cekoslovakia), R. Charlton (Inggris), Albert (Hungaria), Sekularac (Yugoslavia).- <b>Pemenang Adidas Golden Shoe:</b> Florian Albert (Hungaria/4 gol), Valentin Ivanov (4 gol), Drazen Jerkovic (Yugoslavia) 4, Leonel Sanchez (Chile/4 gol), Vava (Brasil/4 gol), Garrincha (Brasil/4 gol). [b](soccerinfo/rit)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia VI (1958)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-vi-1958.html</link>
<description><![CDATA[Lahirnya sang bintang. Sosok bintang legendaris Pele mulai dikenal pada pada Piala Dunia keempat ini. Saat itu Pele yang masih berusia 17 tahun ini menggucang dunia dengan bakat alamnya saat membobol gawang dengan gol indahnya dan sukses mengalahkan tuan rumah Swedia dengan skor 5-2, dengan dua gol sumbangan Pele.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>296</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Lahirnya sang bintang. Sosok bintang legendaris Pele mulai dikenal pada pada Piala Dunia keempat ini. Saat itu Pele yang masih berusia 17 tahun ini menggucang dunia dengan bakat alamnya saat membobol gawang dengan gol indahnya dan sukses mengalahkan tuan rumah Swedia dengan skor 5-2, dengan dua gol sumbangan Pele. Tak hanya Pele, Garrincha, Didi, Gilmar dan Zito mulai dikenal dalam sejarah sepak bola. Ratusan warga Swedia berduyun-duyun menuju kamp latihan timnas Brasil untuk melihat teknik dan cara mereka mengontrol bola. Saat itu, celah perbedaan terlihat sangat jelas antara grup yang kuat dan grup lemah, dimana Brasil dan Inggris tetap menjadi grup favorit. Meskipun Inggris harus menyerah di babak awal saat digasak USSR (Uni Soviet) dengan skor 0:1 dalam pertandingan tambahan. Tak ada yang mengecewakan dalam babak perempat final, karena akhirnya turnamen dimenangkan grup terbaik. Brasil, France, Sweden dan Jerman Barat menjadi negara yang lolos di babak semi final dan berakhir dengan kemenangan Brasil yang keluar sebagai jawara. - <b>Pemain yang bersinar:</b> Didi, Garrincha, Pele, N. Santos (Brasil),  Liedholm, Skoglund (Swedia), Rahn (Jerman Barat), Blanchflower (Irlandia Utara), Jaszyn (USSR), Fontaine, Kopa (Prancis).- <b>Pemenang Adidas Golden Shoe:</b> Just Fontaine (Prancis/13 gol). [b](allsoccer/fifawc)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia V (1954)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-v-1954.html</link>
<description><![CDATA[Stadion Wankdorf di Bern, Switzerland, 4 Juli 1945 menjadi ajang partai final antara Hongaria dan Jerman. Kala itu pengaruh si 'Magyars' Hongaria sangat kuat, pasalnya Hongaria menjadi grup yang tak terkalahkan dalam 31 pertandingan sepanjang empat tahun berturut-turut.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>295</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Stadion Wankdorf di Bern, Switzerland, 4 Juli 1945 menjadi ajang partai final antara Hongaria dan Jerman. Kala itu pengaruh si 'Magyars' Hongaria sangat kuat, pasalnya Hongaria menjadi grup yang tak terkalahkan dalam 31 pertandingan sepanjang empat tahun berturut-turut. Padahal dua minggu sebelumnya Hongaria sukses membabat Jerman 8-3 di babak grup, namun secara mengejutkan di babak final Jerman justru mengalahkan Hongaria 3-2, sebuah kenyataan yang tak bisa diterima fans Hongaria dan menyisakan kebingungan di kalangan penggemar bola saat itu. Tim legendaris Hongaria tak bisa lagi mengulang masa kejayaan, sebagai tim terbaik di dunia sepakbola Hongaria tetap tetal tampil prima usia Piala Dunia di Swis. Namun semua harus berakhir saat tank-tank Rusia menginvansi Hongaria dan melindas ibu kota Budapest pada November 1956, inilah awal keterpurukan sepakbola Hungaria.- <b>Pemain yang bersinar:</b> Ocwirk (Austria), D. Santos, Bauer, Julinho (Brasil), Bozsik, Czibor, Hidegkuti, Kocsis, Pusks (Hungaria), Turek, Rahn, F. Walter (Jerman Barat), Varela, Schiaffino (Uruguay).- <b>Adidas Golden Shoe winner:</b> Sandor Kocsis (Hungaria/11 gol). [b](soccerinfo/rit)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia IV (1950)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-iv-1950.html</link>
<description><![CDATA[Meloncat 12 tahun dari Piala Dunia 3, pasalnya pada periode ini (rentang waktu 1945-1950) lebih banyak negara yang harus bangkit dan memperbaiki kondisinya usai Perang Dunia 2, seperti Hongaria, Cekoslovakia dan Argentina memutuskan tak ikut berpartisipasi.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>294</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Meloncat 12 tahun dari Piala Dunia 3, pasalnya pada periode ini (rentang waktu 1945-1950) lebih banyak negara yang harus bangkit dan memperbaiki kondisinya usai Perang Dunia 2, seperti Hongaria, Cekoslovakia dan Argentina memutuskan tak ikut berpartisipasi. Meskipun Barsil masih menjadi favorit, namun saat itu Uruguay juga tak bsia dianggap remeh, karena Uruguay sukses meraih tiga kali trofi kejuaraan (Olimpiade 1924, Olimpiade 1928, dan Piala Dunia 1930), meskipun Uruguay sempat tak aktif pada dua kali turnamen sebelumnya.  Pada piala dunia ini mengalami rekor penonton yang tak terpecahkan, sekitar 203 ribu penonton menyaksikan laga antara brasil dan uruguy yang akhirnya dimenangkan Uruguay untuk kedua kalinya. Meskipun sebelumnya Brasil memimpin dengan 1-0 dan bermain dengan gemilang di awal pertandingan, dan membuat Uruguay bekerja keras menyusul ketinggalan. - <b>Pemain yang bersinar:</b> Ademir, Bauer, Chico, Zizinho (Brasil), Basora (Spanyol), Ghiggia, Mspoli, Schiaffino, Varela (Uruguay), Miti (Yugoslavia).- <b>Adidas Golden Shoe winner:</b> Ademir (Brasil/9 gol). [b](soccerinfo/rit)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia III (1938)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-iii-1938.html</link>
<description><![CDATA[Bisa dibilang Piala Dunia mulai berkembang pada periode tiga ini, selain diikuti 36 negara, juara dunia juga tak lagi didominasi tuan rumah. Hal ini terbukti saat tuan rumah Perancis justru tak berhasil meraih kemenangan, tapi kembali diraih Itali yang menang 4-2 dari Hungaria.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>293</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Bisa dibilang Piala Dunia mulai berkembang pada periode tiga ini, selain diikuti 36 negara, juara dunia juga tak lagi didominasi tuan rumah. Hal ini terbukti saat tuan rumah Perancis justru tak berhasil meraih kemenangan, tapi kembali diraih Itali yang menang 4-2 dari Hungaria. Sebuah buktik bahwa Itali memang timnas sepakbola yang handal, sebagai salah satu bukti kemenangannya pada Piala Dunia lalu. Kali ini turnamen mulai dimainkan secara terorganisir, matang, kolektif, lebih mengunggulkan kecepatan dan teknik bermain yang lebih solid. Sayang turnamen di Perancis ini tak begitu banyak disaksikan, karena waktu turnamen yang digelar sebelum pecahnya Perang Dunia II. Sekali lagi Inggris dan Uruguay tak berpartisipasi dalam babak kualifikasi, sementara Austria tak bergabung karena alasan politik, dan Argentina mengundurkan diri setelah main seri. Yugoslavia, peraih mendali perunggu pada 1930 gagal masuk babak kualifikasi pada Piala Dunia 1938. Sementara juara bertahan (Italia) dan tim tuan rumah lolos babak kualifikasi dan, sehingga hanya 15 negara yang berlaga di Perancis dari 16 tim yang lolos kualifikasi. - <b>Pemain yang bersinar:</b> Domingos, Lenidas, Martim (Brasil), Planicka (Cekoslovakia), Aston (Prancis), Sarosi (Hungaria), Andreolo, Meazza, Piola, (Italia), Wilimowski (Polandia). - <b>Adidas Golden Shoe Winner:</b> Leonidas (Brazil/8 gol). [b](soccerinfo/rit)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia II (1934)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-ii-1934.html</link>
<description><![CDATA[Pada Piala Dunia kedua ini Italia terpilih sebagai tuan rumah yang digelar mulai 27 Mei dan sampai 10 Juni 1934. Sayangnya untuk periode kedua ini secara mengejutkan juara bertahan Uruguay tidak berpartisipasi, dan lebih memilih untuk mempertahankan gelar. Peristiwa ini adalah yang pertama dan yang terakhir dimana juara bertahan tidak bersedia tampil di turnamen berikutnya.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>292</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Pada Piala Dunia kedua ini Italia terpilih sebagai tuan rumah yang digelar mulai 27 Mei dan sampai 10 Juni 1934. Sayangnya untuk periode kedua ini secara mengejutkan juara bertahan Uruguay tidak berpartisipasi, dan lebih memilih untuk mempertahankan gelar. Peristiwa ini adalah yang pertama dan yang terakhir dimana juara bertahan tidak bersedia tampil di turnamen berikutnya. Pada putaran awal tiga puluh dua negara turut ambil bagian dalam turnamen ini dan harus mengikuti babak kualifikasi, begitu juga Itali, sebagai tuan rumah. Sampai akhirnya hanya 16 negara yang tersaring dalam babak final, di antaranya Argentina dan Brasil, namun saat itu kekuatan dua negara ini dianggap rata-rata, dan lebih menjagokan negara-negara Eropa terutama tuan rumah. Dengan dibekingi diktator fasis Benito Musolini dibelakang timnas, segalanya seperti sudah disiapkan oleh Italia. Para pemain seperti Orsi, Monti, dan De Maria dari Argentina bergabung dengan timnas Itali, karena ternyata mereka memiliki kewarganegaraan ganda. Pada Minggu 10 Juni 1934, akhirnya Itali menjadi jawara usai melewati pertandingan yang cukup ulet dan sukses menaklukan Cekoslovakia 2-1 di babak final yang penuh kejutan. Sayang banyak pihak meyakini kemenangan ini bukan kemenangan dunia sepakbola tapi kemenangan Mussolini dan rakyat Italia.  - <b>Pemain Yang Bersinar:</b> Sindelar (Austria), Najedly, Planicka (Cekoslovakia), Conen (Jerman), Meazza, Monti, Orsi (Italia), Zamora (Spanyol).- <b>Adidas Golden Shoe Winner:</b> Oldrich Nejedly (4 gol), Edmund Conen (Jerman/4 gol). [b](allsoccerinfo/rit)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Piala Dunia I (1930)]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/piala-dunia-i-1930.html</link>
<description><![CDATA[Saat kongres FIFA pada 18 Mei 1929 di Barcelona, Uruguay terpilih sebagai penyelenggara pertama Piala Dunia menggungguli empat negara lain yang juga berambisi menjadi tuan rumah seperti Perancis, Spanyol, Inggris, dan Itali.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>290</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Saat kongres FIFA pada 18 Mei 1929 di Barcelona, Uruguay terpilih sebagai penyelenggara pertama Piala Dunia menggungguli empat negara lain yang juga berambisi menjadi tuan rumah seperti Perancis, Spanyol, Inggris, dan Itali. Uruguay terpilih karena menjadi juara Olimpiade cabang sepakbola dan kesediaannya membayar semua ongkos perjalanan para peserta. Sayang saat perhelatan berlangsung hanya empat negara eropa yang bersedia tampil yaitu Yugoslavia, Rumania, Belgia dan Perancis dengan total peserta 13 negara. Untuk menghadapi perhelatan akbar ini pemerintah Uruguay membangun sebuah stadion megah di kota Montevideo dengan kapasitas 100 ribu penonton dan Centenario stadium. Uniknya stadion baru rampung lima hari sebelum turnamen berlangsung. Uruguay selaku tuan rumah menjadi juara piala dunia perdana ini, mereka mengalahkan Argentina 4-2 di babak final dan berhak atas trofi Jules Rimet.<b>Statistik:</b><br>- Juara: Uruguay<br>- Runners Up: Argentina<br>- Pertandingan Dengan Skor Terbesar: Argentina vs. Mexico 6 - 3 (Group 1)<br>- Total Gol: 70<br>- Rata-rata gol per pertangan: 3,89<br>- Top Scorer: Guillermo Stabile, Argentina - 8 Gol<br>- Pencetak gol terbanyak dalam 1 pertandingan: Guillermo Stabile (Argentina), Pedro Cea (Uruguay) - 3 Gol<br>- Penonton terbanyak: 93.000 (Uruguay Vs Yugoslavia, Semifinal)<br>- Total jumlah penonton: 447.500<br>- Rata-rata penoton: 24.861<br>- Negara Debutan: Argentina, Brazil, France, Belgium, Uruguay, Paraguay, Chile, United States, Romania, Mexico, Yugoslavia, Bolivia, Peru<br>- Stadion yang dipakai: Pocitos, Centenario, Parque Central. [b](soccerinfo/rit)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sejarah Piala Dunia]]></title>
<link>https://www.bola.net/sejarah/sejarah-piala-dunia.html</link>
<description><![CDATA[Mungkin banyak yang tak mengira ide awal Presiden FIFA Jules Rimet untuk menciptakan perdamaian dunia melalui turnamen bola akhirnya menjadi perhelatan akbar yang menjadi even paling dinanti penikmat bola seluruh dunia.]]></description>
<category>Sejarah</category>
<language>en</language>
<guid>289</guid>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0707</pubDate>
<enclosure url="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg"  length="56288"  type="image/jpeg" ></enclosure>
<media:thumbnail  url="https://static.baidu.com/editor/2021/11/e5141-16365977698681-1920.jpg" ></media:thumbnail >
<media:tag value="" ></media:tag>
<content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://cdns.klimg.com/bola.net/library/upload/21/2019/01/bola_e9af938.jpg" /></figure>[p][b]KapanLagi.com[/b] - Mungkin banyak yang tak mengira ide awal Presiden FIFA <b>Jules Rimet</b> untuk menciptakan perdamaian dunia melalui turnamen bola akhirnya menjadi perhelatan akbar yang menjadi even paling dinanti penikmat bola seluruh dunia. Pada tahun 1921 <b>Rimet</b> yang saat itu menjabat Presiden ketiga otoritas Sepak Bola tertinggi dunia menggandeng beberapa temannya yang tergabung di FIFA mulai menyusun persiapan, membakukan aturan pertandingan hingga memesan trofi. Sebenarnya Piala Dunia bukan merupakan turnamen sepak bola internasional yang pertama, karena sejak tahun 1908, sepak bola sudah menjadi bagian dari Olympiade. Hanya saja, Olympiade ini hanya boleh diikuti oleh pemain amatir.  Piala Dunia yang pertama diadakan di Uruguay dan berlangsung dari 13 - 30 Juli 1930. Uruguay ditunjuk menjadi tuan rumah karena prestasinya menjadi juara Olympiade tahun 1924 dan 1928. Piala Dunia pertama ini hanya diikuti oleh 13 negara, 4 negara dari benua Eropa dan 9 negara dari benua Amerika. Minimnya peserta dari negara Eropa disebabkab oleh perjalanan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai benua Amerika. Pada Piala Dunia perdana ini tuan rumah Uruguay keluar sebagai juara, setelah mengalahkan kesebelasan Argentina dengan skor 4-2 di babak final. Dan ini menjadikan Uruguay sebagai negara pertama yang berhak atas trofi Piala Dunia.<b>TROFI JULES RIMET CUP</b><br>Untuk mengenang jasa pencetus Piala Dunia, trofi yang diperebutkan di Piala Dunia dinamakan <b>Jules Rimet Cup</b>. Sebelumnya sebutan trofi tersebut adalah Coupe du Monde de Football Association, atau Piala Dunia Sepakbola. Baru pada konggres FIFA yang berlangsung di Luksemburg tahun 1946, nama <b>Jules Rimet</b> disepakati menjadi nama resmi trofi tersebut.Trofi berbentuk seorang dewi sedang memanggul cawan ini dirancang oleh pematung Perancis Abel Lafleur, dan mempunyai tinggi 35 cm dan berat 3,8 kg, dimana kepala tropi terbuat dari perak dan emas, sementara di bagian bawah terbuat dari semi batu mulia dan dilapisi <i>lazuli</i>.Trofi ini pernah hilang pada tahun 1966 saat dipamerkan didepan publik di Inggris, namun akhirnya berhasil ditemukan kembali oleh seekor anjing yang bernama Pickles. Sebagai negara yang berhasil memenangkan Piala Dunia tiga kali, Brasil berhak memiliki trofi ini untuk selamanya, sayang pada tahun 1983, saat disimpan di Bank Sentral di Rio de Janeiro, trofi tersebut hilang dan dilebur oleh para pencurinya. <b>TROFI WORLD CUP</b><br>Sejak <b>Jules Rimet Cup</b> menjadi milik abadi Brasil pada Piala Dunia ke-9, FIFA akhirnya memutuskan untuk membuat trofi baru. Pada Piala Dunia tahun 1974 di Jerman Barat, FIFA telah mengusung trofi baru rancangan seniman Italia <b>Silvio Gazzaniga</b>. Piala ini mempunyai tinggi 36 cm, berat 4,97 kg dan dibuat dari emas 18 karat. Sementara tatakannya terdiri dari dua lapis semi batu mulia <i>malachite</i> dan menjadi tempat 17 plat nama pemenang sampai Piala Dunia 2038. Trofi ini akhirnya dinamakan <b>World Cup</b>, meskipun sempat ada usul untuk mengabadikan Presiden FIFA periode 1961 - 1974 <b>Sir Stanley Rous</b>. Namun usulan ini kurang mendapat persetujuan.Meskipun sampai tahun 2002 Piala Dunia sudah diselenggarakan 17 kali, namun baru tujuh negara yang pernah merasakan menjadi juara dunia. Dalam hal ini, Brasil adalah negara yang paling banyak meraih juara dunia, yakni sebanyak 5 kali, disusul Jerman dan Italia sebanyak 3 kali, Argentina dan Uruguay 2 kali serta Inggris dan Perancis masing-masing 1 kali. <b>PENGHARGAAN DI PIALA DUNIA</b><br>FIFA memberikan beberapa penghargaan kepada mereka yang telah berprestasi selama berlangsungnya Piala Dunia tersebut, di antaranya:1. Sepatu Emas<br>Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang berhasil keluar sebagai pencetak gol terbanyak.2. Bola Emas<br>Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang terpilih sebagai pemain terbaik.3. Yashin Award<br>Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang terpilih sebagai penjaga gawang terbaik.4. Fair Play FIFA Award<br>Diberikan kepada tim yang terpilih sebagai fair play terbaik dan yang lolos ke babak kedua.5. Tim Paling Menghibur<br>Penghargaan ini ditentukan melalui polling dari publik. [b](fifa/soccerhall)[/b]]]></content:encoded>
<dc:creator>Yanny</dc:creator>
</item>
</channel>
</rss>